Tuesday, March 20, 2012

Apakah Endometrisis yang Sudah Diangkat Bisa Kambuh Lagi?

Dok, saya ibu dengan 1 anak tapi meninggal karena kasus oligo dan pneumonia juga sepsis. Sebelumnya pada 14 bulan lalu saya di caesar karena prematur dan oligo. Pada waktu di caesar ditemukan endometriosis dan sudah diangkat. Dulu memang sebelum melahirkan haid saya tidak teratur tapi setelah melahirkan, haid saya teratur dengan siklus 35 hari tapi setelah 1 tahun siklusnya berubah menjadi 30 hari dan bulan terakhir kemarin 40 hari.

Pertanyaan saya:
1. Apakah nanti akan ada endometriosis lagi?
2. Bagaimana menentukan masa suburnya? Terimakasih.

Ummy Jalkhan (Perempuan Menikah, 30 Tahun), irma_s2mathUGM@yahoo.com
Tinggi Badan 148 Cm dan Berat Badan 50 Kg

Jawaban

1. Untuk pertanyaan apakah nanti akan ada endometriosis lagi?
Endometriosis bisa timbul kembali setelah melahirkan. Bila seorang wanita pernah melahirkan anak melalui jalan lahir (bukan operasi caesar) dan menyusui bayinya maka endometriosis jarang kambuh kembali.

Adapun persalinan melalui jalan lahir akan menyebabkan saluran leher rahim melebar, sehingga saat menstruasi darah menstruasi bisa mengalir lewat saluran leher rahim dengan lancar.

Sedangkan saat menyusui dihasilkan prolaktin (hormon susu) yang bermanfaat menekan hormon estrogen, sehingga frekuensi dan jumlah darah menstruasi berkurang. Kedua faktor ini mengakibatkan tidak terjadinya aliran balik darah menstruasi melalui saluran telur ke dalam rongga perut yang bisa menyebabkan endometriosis baru dalam rongga panggul dan rongga perut.

2. Untuk pertanyaan bagaimana menentukan masa subur?
Masa subur rata-rata adalah 14 hari sebelum taksiran hari pertama menstruasi berikutnya. Perhitungan masa subur ini cukup tepat bila panjang siklus menstruasi 3 bulan sebelumnya sama.

Cara lain yang bisa diandalkan adalah dengan mengukur folikel (bakal sel telur) dalam indung telur dengan alat USG transvaginal. Bila ada folikel yang telah mencapai ukuran 18-20 mm, bisa diberikan suntikan hormon human chorionic gonadotropin untuk memicu ovulasi (keluarnya sel telur dari indung telur). Dengan cara demikian bisa ditentukan saat untuk melakukan hubungan suami istri ataupun penyuntikan sperma suami ke dalam rongga rahim melalui proses menstruasi.

DR. Med. Dr. Calvin Tjong, SpOG

No comments: