Saturday, March 28, 2015

Jempol Tangan Kiri Seperti 'Keseleo' Usai Melahirkan, Bagaimana Mengatasinya?

Setelah melahirkan, saya merasa nyeri seperti keseleo di bawah jempol tangan kiri. Saat ini nyeri sudah jauh berkurang, namun kadang seperti ada otot tertarik, sehingga harus saya gerak-gerakan dulu untuk 'memperbaikinya'. Kira-kira itu kenapa ya Dok? Bagaimana mengatasinya?

Devina (Wanita, 30 tahun)
devina_dheaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi 155 cm, berat 55 kg

Jawaban

Devina,

Berdasarkan deskripsi keluhan Anda, dan adanya riwayat melahirkan, saya asumsikan Anda menderita trigger thumb. Kelainan ini adalah adanya pembengkakan di selubung tendon (termasuk tendon di sekitar ibu jari), yang menjepit tendon di dalamnya, sehingga menimbulkan keluhan nyeri, terasa kaku dan sulit digerakkan.

Pada ibu hamil, terjadi perubahan hormonal, retensi cairan, berefek pada pembengkakan di sejumlah jaringan tubuh termasuk sekitar tendon seperti pada kasus Ibu. Pada fase awal, penggunaan obat antiinflamasi dan fisioterapi dapat berguna. Tindakan operasi dapat merupakan indikasi pada kasus yang lama atau nyeri sekali.

Dr. Andri Primadhi, SpOT

Tuesday, March 24, 2015

Mana yang Lebih Aman Dikonsumsi Ibu Hamil, Susu UHT atau Susu Pasteurisasi?

Dokter Yth. Istri saya saat ini sedang hamil 3 bulan. Apakah cocok dia mengonsumsi susu pasteurisasi atau UHT? Terimakasih atas jawabannya.

Ichan Hidayat (Pria, 27 tahun)
ichan_procXXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 180 cm, berat 85 kg

Jawaban

Halo Mas Ichan,

Susu dibedakan menurut tehnik sterilisasi atau membersihkan dari kuman. Seperti kita ketahui bahwa susu mentah mungkin mengandung bakteri jahat, sehingga harus dilakukan tehnik untuk membersihkan dari kuman.

Pasteurisasi adalah sebuah proses pemanasan hingga suhu 70-75ºC selama sekitar 15 detik, sedangkan UHT (Ultra High Temperature) melakukan proses pemanasan hingga 150ºC selama 5 detik. Proses pasteurisasi membunuh semua bakteri jahat, masih ada bakteri baik yang tersisa dan apabila diminum tidak menimbulkan penyakit, bakteri baik inilah yang masih bisa membuat susu pasteurisasi mudah basi dibanding susu UHT. Pada susu UHT, semua bakteri dibunuh karena suhu pemanasannya lebih tinggi, sehingga bertahan lebih lama dalam penyimpanan dibanding susu pasteurisasi.

Sisi negatif dari pemanasan yang lebih tinggi tentu saja semakin banyak kandungan nutrisi dari susu yang menghilang, walaupun bedanya hanya sedikit dari beberapa penelitian dikatakan antara 3-5%. Perbedaan ini tidak terlalu besar, sehingga susu UHT pun juga dilegalkan di seluruh negara di dunia.

Kalau dianalisa tentu saja pembicaraan mengenai kenyamanan membeli lebih sering dibanding lebih jarang, antara cepat busuk atau lama busuk. Apabila Anda tipe orang yang rela ribet untuk lebih sering beli dan siap akan kemungkinan mudah busuk, maka saya sarakan beli pasteurisasi. Kalau tidak ingin ribet, beli susu UHT juga bisa. Perbedaan nutrisi 3-5% tidak terlalu bermakna untuk orang hamil.

Sehingga keputusan di tangan Anda dan pasangan.

Semoga bermanfaat.

dr. Hari Nugroho, SpOG

Monday, March 23, 2015

Si Kecil Tak Bersemangat Tiap ke Sekolah, Harus Bagaimana?

Saya mau tanya. Anak saya usianya 7 tahun, dan sudah mulai masuk SD. Tapi akhir-akhir ini dia malas-malasan pergi ke sekolah. Selalu ada saja alasannya setiap pagi supaya saya izinkan tidak masuk sekolah. Awalnya saya pikir dia capek atau malas, tapi kalau saya perhatikan tiap pulang sekolah dia selalu tampak murung.

Dia juga sempat bilang sebal sama temannya. Saya ingin dia cerita tapi dia sepertinya malu. Bagaimana ya solusi saya menyelesaikan masalah ini? Saya khawatir melihat kondisinya.

Dami (31 tahun)
ridam_imXX@yahoo.com
Tinggi 170 cm, berat 60 kg

Jawaban

Halo Dami, menghadapi situasi seperti ini sebenarnya gampang-gampang susah. Hal yang perlu dilakukan adalah menunggu anak untuk siap bercerita dan mengekspresikan apa yang sebenarnya terjadi. Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dalam merespon ceritanya, namun jika memungkinkan anak tetap diajak untuk semangat ke sekolah. Jika ananda masih malu bercerita secara verbal, ajak ia berekspresi menggunakan media gambar atau boneka sehingga mengurangi perasaan bahwa ia yang sedang bercerita.

Amati situasinya, jika semakin memburuk dan ia terus memaksa tidak ke sekolah hingga memunculkan tantrum/mengamuk, maka Dami bisa berkonsultasi secara langsung dengan psikolog untuk membantu permasalahan ini.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

Sunday, March 22, 2015

Anak 7 Tahun Sering Nyeri Dada Usai Beraktivitas Fisik

Salam Dok, langsung saja, saya mempunyai anak laki-laki umur 7 tahun lebih. Setiap dia melakukan kegiatan fisik yang menguras tenaga seperti berlari atau jalan kaki yang jaraknya cukup jauh, atau bila dia kaget dia tiba-tiba langsung merasakan sakit di dadanya dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Biasanya kalau begitu kami membaringkan dia lalu digosok-gosok bagian yang sakit istrahat sejenak setelah itu pulih kembali. Jadi kami menjaga dia agar tidak melakukan kegiatan fisik yang berlebih, atau sampai dia terkaget.

Pertanyaan saya Dok, apa kira-kira penyakit yang diderita pada anak saya ini, terus penanganannya bagaimana? Sebelumnya saya sudah pernah bawa ke dokter umum praktik, dicoba di-USG dan hasilnya dokternya bilang tidak apa-apa, malah dokter bilang dia terkena penyakit mag.

Memang sih anak saya tidak teratur makannya dan sering konsumsi minuman bersoda saya akui itu, makanya pikirnya anak saya ini kena mag. Tapi sakitnya kok di dada, tolong Dok sedikit penjelasannya. Terimakasih.

Firman R. (Pria, 29 tahun)
immank_fzXXXXXXX@yahoo.com
Tinggi 165 cm, berat 170 kg

Jawaban

Nyeri di dada saat beraktivitas bisa disebabkan karena beberapa hal, yaitu kelainan pada lambung atau yang dikenal dengan mag, kelainan pada jantung, kelainan pada otot dada, gangguan metabolik. Untuk memastikan penyakit apa pada anak Bapak sebaiknya dilakukan pemeriksaan rekam jantung (elektrokardiogram) untuk memastikan tidak ada kelainan di jantung.

dr Melisa Anggraeni, SpA

Apakah Gangguan Pencernaan Berhubungan dengan Penyakit Saraf?

Dokter, beberapa hari yang lalu saya mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan mengenai kesehatan saya. Saya memiliki penyakit mag dan dulu (1 tahun yang lalu) sempat diperiksa dengan diagnosis GERD. Namun, beberapa hari yang lalu, sore sekitar jam 18.00, saya sedang berkendara. Pada saat itu saya belum makan dan saya memang merasakan mag saya kambuh. Saya berhenti kemudian membeli roti dan makan obat mag. Lalu, saya lanjutkan perjalanan. Di tengah jalan tiba-tiba saya merasa pusing dan lambung saya seperti kram/kesemutan dan napas saya juga tidak teratur.

Saya berhenti di SPBU terdekat untuk menenangkan diri. Tapi bukannya membaik, kram yang awalnya saya rasakan hanya di sekitar perut malah menjalar ke seluruh tubuh. Tubuh saya tiba-tiba kaku dan mulut serta wajah saya tidak bisa digerakkan. Jari-jari tangan saya tiba-tiba mengepal dengan sendirinya dan kaku sekali, sampai-sampai saya minta bantuan orang lain untuk meluruskan kembali jari-jari tangan saya. Bicara pun saya tidak bisa, seperti gagu dan napas saya tidak teratur.

Saya minta orang itu untuk mengelus punggung saya sampai baikan, kemudian saya bisa melanjutkan perjalanan saya. Di tempat tujuan, badan saya lemas sekali dan setiap kali saya menggerakkan tangan, lengan dan jari-jari tangan saya bergetar seperti tremor. Sampai saat ini, saya merasakan pegal di daerah leher dan punggung bagian atas dan saya merasakan nyeri setiap saya menekan bagian belakang kepala sebelah kanan di atas leher.

Dokter, sebenarnya penyakit apa yang saya alami? Teman saya perawat bilang, kalau saya mengalami bell's palsy. Tapi apakah benar bell's palsy? Apakah gangguan pencernaan seperti maag dapat mempengaruhi saraf lain dan menyebabkan penyakit seperti lumpuh sesaat yang saya alami? Terimakasih.

Endi Sandroto (Pria, 25 tahun)
pratama.endiXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 58 kg

Jawaban

Dear Endi,

Pada dasarnya gangguan mag tidak berhubungan dengan penyakit saraf, namun penyakit saraf dapat menyebabkan gangguan mag. Keluhan yang Anda alami tidak sesuai untuk Bell’s Palsy dimana pada Bell’s Palsy yang terkena gangguan adalah saraf wajah saja, namun dapat merupakan suatu kondisi spasmofilia atau adanya gangguan elektrolit seperti kekurangan kalsium, yang tentunya harus diperiksa lebih lanjut untuk diagnosis pastinya.

Saran saya, Anda dapat konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan penanganan lebih lanjut, dan bila memang terdapat indikasi lebih lanjut, anda mungkin akan diperiksa juga oleh dokter saraf.

Salam, semoga bermanfaat.

dr. Indra Wijaya, SpPD, M.Kes