Monday, September 29, 2014

Anak Anteng Saat Main dan Nonton TV tapi Tak Fokus Belajar, Indikasi ADHD?

Saya punya anak umur 4 tahun, dia itu anaknya aktif sekali tapi kalau nonton TV anteng duduk manis, main lego atau mainan yang dia suka bisa anteng. Akan tetapi baru 1 minggu sekolah TK, dia saya lihat kurang minat terhadap pelajaran dan tampak kadang memperhatikan guru, kadang tidak. Kalau ada mainan di kelas yang menarik untuk dia, malah jadi dia mainan terus.

Dalam sehari-hari anaknya sifatnya agak keras dan kalau ada kemauan harus dituruti. Yang jadi pertanyaan apakah anak saya menderita ADHD? Terimakasih mohon penjelasannya.

Ratna Lidia (Perempuan menikah, 29 tahun)
Lidia_rXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 Cm, berat badan 48 Kg

Jawaban

Halo Ibu Ratna,

Menjawab pertanyaan Ibu, tentunya saya tidak bisa secara langsung memberikan diagnosa terhadap anak Ibu. Salah satu ciri-ciri anak ADHD memang memiliki enerhi besar sehingga ia akan cenderung hiperaktif. Namun, tidak semua anak yang berenergi besar termasuk anak ADHD. Jika perilaku aktifnya mengganggu, coba diberikan aktivitas fisik yang menarik dan bervariasi sehingga ia dapat melepaskan energi besar yang dimiliki secara positif. Ketika keinginan bermainnya masih tinggi diusianya yang baru 4 tahun tentu saja hal ini termasuk wajar karena memang sesuai dengan perkembangannya.

Sifatnya yang keras dan harus selalu dipenuhi biasanya adalah karena adanya pembiasaan sehingga perlu diperhatikan juga bagaimana pemberian/penerapan aturan sudah berjalan dengan benar dan konsisten atau belum?

Jika semua hal telah dilakuka dan hasilnya belum memuaskan, kunjungi psikolog anak terdekat yang akan membantu Ibu.

Selamat mencoba.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

1 comment:

Veronika Herni said...

Selamat siang dokter. Saya Herni. Saya sedang melakukan penelitian tentang zat antioksidan dari pepaya dapat menekan hiperaktivias pada anak autis. Nah salah satu metodenya adalah pepaya tersebut kami buat dalam bentuk tepung kemudian diolah menjadi makanan yang aman bagi anak autis. Kemudian kita mengamati perilaku anak autis tersebut sebelum dan setelah pemberian makanan tersebut untuk mengetahui apakah terdapat perubahan atau tidak dan untuk mengetahui apakah makanan berbasis tepung pepaya ini disukai oleh anak autis. Pertanyaan saya, apakah metode tersebut diperbolehkan dalam medis? apakah termasuk ke dalam uji klinis atau tidak? Mohon bantuannya dok. Terimakasih banyak.