Tuesday, June 10, 2014

Anak Enggan Makan Sayur, Bisakah Diganti dengan Air Rebusan Sayur?

Saya punya seorang anak usia 3 tahun. Dia agak sulit makan sayur. Nah, jika saya menggantinya dengan memberinya minum air rebusan sayur yang ditambah gula, kira-kira manfaatnya sama atau tidak? Air rebusan sayur apa yang banyak gizinya atau semua sayur sama saja? Bagaimana agar anak saya pintar makan sayur?

Ira (Perempuan menikah, 30 tahun)
Ira.raidinataXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 47 kg

Jawaban

Halo Ira,

Mengganti sayur dengan air rebusan sayur (apalagi ditambah gula) tidak akan bisa sama efek nutrisinya. Saat kita mengkonsumsi sayur itu ada 2 yang kita inginkan: vitamin dan mineral yang terkandung di dalam sayurnya, juga serat dari batangan/lambaran sayur tersebut. Hal ketiga yang biasanya diinginkan adalah menjaga berat badan karena sayur biasanya rendah kalori sehingga tidak membuat gemuk.

Saat Anda merebus sayur:
- kandungan gizinya akan rusak terkena panas (karena banyak vitamin dan mineral yang tidak tahan panas tinggi atau larut air). Jadi air rebusan tersebut tidak mengandung nutrisi, nutrisi yang tersisa setelah masak ada di sayurnya sendiri.
- tidak ada serat di dalam air rebusan tersebut
- Jika tambah lagi gula, bukannya membantu menjaga berat badan justru malah Anda mempromosikan kegemukan.

Anak pintar makan sesuatu itu asalnya dari saat pengenalan makanan Bu, selain disisipkan di MPASI juga anak pintar melihat bagaimana reaksi orang lain saat makan. Banyak orang tidak sadar suka komentar saat makan, 'gak mau ah, ih pahit..' atau 'ah ga enak'. Jadi anak secara tidak sadar belajar dari orang lain bahwa makanan tersebut tidak enak.

Di usia 3 tahun masih bisa diajar makan sehat, saran-saran saya:
- blender sayur/sisipkan di dalam makanan misalnya dijadikan isi spring roll, isi pizza, isi pasta bake
- dibuat 'fun', makanannya bisa dijadikan gambar-gambar lucu. Bahkan Anda bisa mengajak anak untuk kreatif membuat suatu gambar dari makanan (sayur, buah dan nasi/roti) seperti dibuat gambar bunga, matahari dll. Ini banyak contohnya sekarang karena lagi trend.
- ingatkan orang rumah semua untuk membantu support dan selalu mengatakan hal positif saat makan, terutama makan sayur yang saat ini tidak disukai. Misalnya suruh anak lihat Ayah/ Ibu nya makan sayur dengan nikmat.. lalu coba tawarkan. Jangan memaksa, tawarkan pelan-pelan tanpa memaksa. Yang penting anak mulai menanamkan di pikirannya bahwa sayur itu bisa dimakan buktinya orang tua sangat menikmati.

Leona Victoria Djajadi MND

No comments: