Wednesday, October 1, 2014

Terdapat Flek di Paru Sejak 6 Tahun Silam, Flek Jenis Apa?

Yth, Dokter Indra Wijaya,

Sudah sejak 6 tahun yang lalu di paru-paru saya terdapat flek, yang setiap 2 tahun sekali diadakan MCU di kantor flek tersebut selalu ada. Tetapi selama ini saya tidak pernah merasakan gejala TB seperti demam, batuk berkepanjangan (batuk flu normal 3-4 hari sudah sembuh) dan saya merasa fit tidak merasakan apa-apa.


Yang ingin saya tanyakan flek apakah di paru-paru saya itu Dok? Flek itu ada dari saya belum menikah dan sekarang sudah memiliki 2 orang anak dan dokter kandungan saya waktu itu juga tidak menganjurkan untuk melakukan pengobatan secara intensif untuk flek tersebut. Karena setiap kali diadakan MCU di kantor flek itu selalu muncul dan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan. Mohon informasinya ya Dok. Terimakasih.

Salam,
Rahmi

Rahmi Ananda (Perempuan menikah, 32 tahun
rahmi.anandaXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 52 kg

Jawaban

Dear Rahmi,

Flek paru yang sudah diketahui sejak 6 tahun yang lalu bisa disebabkan oleh beberapa hal yang harus dievaluasi lebih lanjut jika memang diperlukan. Beberapa penyebabnya diantara adalah bekas infeksi kuman TBC paru, lesi TB paru aktif, tuberkuloma (nodul TBC), dan bisa juga merupakan suatu penanda tumor paru. Umumnya bila tidak terdapat gejala, flek tersebut tidak aktif dan bukan merupakan suatu tumor. Flek paru pada umumnya tidak hilang, merupakan suatu bekas lesi, sehingga akan menetap, namun tidak berbahaya jika sudah dipastikan bukan lesi aktif dan bukan suatu tumor. Saran saya, konsultasi ke spesialis penyakit dalam untuk evaluasi dan konfirmasi lebih lanjut.

Salam, semoga bermanfaat.

dr. Indra Wijaya, SpPD, M.Kes

2 comments:

Mirda Yadimase said...

Mau nanya. Saya punya masalah kulit wajah gatal dan memerah ketika mengering akan jadi kulit mati. Namun kalu dibersihkan (kulit matinya) akan menjadi memerah dan sangat gatal.

Anonymous said...

Kondisi yang anda alami ini menunjukan gejala-gejala dermatitis alergi atau dikenal dengan eksim. Eksim seringkali menjadikan penderitanya cukup terganggu karena gejalanya.

Gejala dari dermatitis alergi ini adalah ruam kulit, gatal-gatal, bersisik dan bahkan sampai rasa terbakar. Pada wajah dapat menyebabkan bengkak, merah, dan kulit melepuh. Dermatitis ini dapat berupa tanda-tanda kemerahan ringan sampai kulit yang pecah-pecah ekstrem dan lecet.

Dermatitis alergi dapat langsung terjadi sesaat setelah kontak langsung dengan alergen ataupun setelah 48 sampai 72 jam kemudian baru terjadi reaksi yang dapat terlihat pada kulit. Reaksi yang tertunda seperti inilah yang membuat lebih sulit untuk mendiagnosa alergen tertentu yang menyebabkan eksim.

Itulah sebabnya kenapa dokter akan menggunakan pengujian untuk mengidentifikasi alergen. Dalam pengujian, strip dosis rendah alergen akan dilekatkan pada kulit penderita selama setidaknya dua hari. Jika reaksi terjadi berupa bercak merah dan radang, maka ini dapat dianggap salah satu penyebab alergi Anda.

Mengidentifikasi alergen Anda adalah langkah yang paling penting dalam mengobati alergi Anda. Ini akan membantu Anda menghindari paparan alergen tersebut, mengontrol kondisi Anda, dan benar-benar mencegah penyakit tersebut kambuh. Semakin cepat Anda mendiagnosa alergen Anda maka semakin cepat pula Anda dapat berhenti menderita eksim.

Jika kulit terasa terbakar karena penyakit ini, lakukanlah pengompresan dengan air dingin pada bagian kulit yang terasa terbakar beberapa kali sehari sampai kulit mulus kembali. Jika gejala dermatitis alergi tidak hilang atau semakin menyebar, sangat penting untuk mencari nasihat medis untuk pengobatan dermatitis alergi lebih lanjut.