Saturday, May 1, 2010

Torch, Avidity & Kehamilan

Dokter, saya melakukan test TORCH tgl. 04-05-2005 di Prodia Solo.
Adapun hasil yg didapat :
# Anti Toxo-IgG Avidity : High Avidity ( 0.557 ) : Nilai rujukan (-)
# Anti Toxoplasma IgM : Negatif ( 0.03 ) : Nilai rujukan : (-)
# Anti Toxoplasma IgG : Positif ( 329 ) : Nilai rujukan (-)
# Anti Rubella IgM : Negatif ( 0.09 ) : Nilai
rujukan (-)
# Anti Rubella IgG : Positif ( 193) : Nilai
rujukan (-)
# Anti CMV IgM : Negatif ( 0.11 ) : Nilai
rujukan (-)
# Anti CMV IgG : Negatif ( 87 ) : Nilai
rujukan (-)
# Anti CMV IgG Avidity : indeks ( 0.95 ) : Nilai rujukan (-)
# Anti HSV2 IgM : Negatif ( 0.31 ) : Nilai
rujukan (-)
# Anti HSV2 IgG : Negatif ( 0.28 ) : Nilai rujukan (-)

Mnrt hasil di atas, saya pernah terkena Toxoplasma tetapi lampau (IgG = 329) berarti saya sudah mempunyai antibodinya.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Apakah antibodi yg > 300 bisa berdampak buruk terhadap kehamilan?
2. Apabila hamil apakah saya bisa kena TORCH lagi ?
3. Avidity toxo-IgG = high avidity. Apa maksudnya ?
4. Saya pernah membaca hasil konsultasi di internet bhw IgM harus - , tetapi mengapa di hasil test saya hasilnya 0,XX tapi dinyatakan negatif ? Apakah itu harus diobati? karena semua hasil IgM tidak – ( 0,03 s/d 0.31 ) Kalau TIDAK DIOBATI apakah pengaruhnya pada janin kalo saya hamil ?

Maaf bila pertanyaan banyak. Mohon saran dan penjelasannya. Terima kasih.
-Erna-

Jawaban:
1.  Dari data yang Erna berikan mengenai toksoplasma, terdapat IgM yang negative, tetapi IgG positif (329). Ini menunjukkan bahwa infeksi toksoplasma yang ada pada Erna bukanlah suatu infeksi baru, tetapi infeksi di masa lampau. Tetapi infeksi di masa lampau ini bisa mengalami reaktivasi/ aktif kembali. Cara untuk mengetahui apakah infeksi ini merupakan reaktivasi atau tidak, maka Erna harus melakukan test ulang 3 minggu setelah test pertama. Jika IgG mengalami peningkatan 4x lipat maka berarti telah terjadi reaktivasi dan perlu mendapatkan pengobatan
2.  Bisa
3.  Dengan memeriksa IgG avidity, kita bisa mengetahui kapan infeksi toksoplasma itu terjadi. Jika avidity IgG tinggi (>0,3) maka berarti infeksi itu terjadi sebelum kehamilan, sedangkan jika IgG avidity rendah (<0,3) maka infeksi toksoplasma terjadi selama masa kehamilan
4.  IgM secara kualitatif nilai normalnya memang harus negatif, tetapi secara kuantitatif ada nilai tersendiri yang masih bisa kita golongkan negatif. Misalnya saja untuk IgM toxoplasma, masih digolongkan negatif apabila < 0,55. Jadi untuk kasus Mbak Erna rasanya belum perlu mendapatkan pengobatan.
Demikian jawaban saya. Semoga jawaban yang saya berikan dapat menjawab pertanyaan Saudara. Jika kurang jelas atau masih ada pertanyaan lain dapat menghubungi kami kembali.

(Dr. Dewi Martalena)

2 comments:

nurdin altha said...

dokter , anak saya matanya dsri lahir sampai 5 th normal tetapi setelah umur 6 th matanya agak juling, apa sebabnya dok, apa karena TORCH ? bagaimana cara menyembuhkan ?

dari Nurdin Sragen

Anonymous said...

Strabismus atau Mata Juling adalah salah satu gangguan mata. Bila mata bekerja normal, kedua bola mata akan bekerja sama dalam memandang suatu objek, sesuai dengan perintah otak. Tetapi apabila mata juling, kedua bola mata tampak tidak searah dan tidak memiliki kesatuan titik pandang. Sehingga mengakibtakan kedua mata akan memandang suatu objek menjadi ganda atau dua bayangan
(diplopia).

Pada bayi, kadang-kadang koordinasi pergerakan bola matanya masih belum bekerja sempurna. Bila hal ini terjadi pada si kecil, Anda tidak bisa langsung memvonisnya bermata juling. Namun, harus terus dipantau apakah ini sementara atau menetap. Bila menetap harus segera diatasi karena bisa menimbulkan gejala Lazy Eyes alias mata malas.

Lazy Eyes ( amblyopia) adalah gangguan penglihatan tanpa didapat kelainan organik pada mata. Penyebabnya adalah kelainan mata yang menyebabkan gangguan penglihatan yang signifikan, misalnya juling, katarak, atau gangguan refraksi. Bila gangguan penglihatan tersebut terjadi pada usia dimana masih terjadi proses pembentukan kualitas tajam penglihatan (di bawah usia 9 tahun), maka tajam penglihatan yang dihasilkan menjadi tidak normal, sehingga penyebabnya harus dicari dan segeraa ditangani .

Jenis-jenis mata juling

ESOTROPIA, yaitu satu bola mata memandang lurus kedepan sementara mata lain ke arah hidung, atau kedua mata melihat kea rah hidung.
EXOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara mata lainnya memandang lurus kea rah telinga, atau kedua mata melihat kea rah telinga.
HIPOTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah bawah.
HIPERTROPIA, yaitu mata yang satu memandang lurus ke depan sementara yang lainnya ke arah atas.

Mata juling bisa menimpa anak laki-laki maupun perempuan. Penyebabnya sangat beragam, antara lain karena:

Faktor bawaan.
Ketidakseimbangan otot dan saraf mata yang mengatur pergerakan mata (kelainan otot atau saraf mata).
Adanya gangguan perbedaan ketajaman penglihatan antara kedua mata. Misalnya, satu mata menderita katarak.
Kelainan refraksi (memakai kaca mata).
Stoke (pecahnya pembuluh darah di otak), sehingga bagian otak yang mengendalikan pergerakan mata menjadi terganggu.
Kanker mata.

Untuk membantu Anda, kasus mata juling yang disebabkan faktor bawaan (congenital) dan kelainan otot atau saraf mata bisa terlihat sejak anak berusia 6 bulan. Caranya, perhatikan bila si kecil melirik, bola matanya tidak akan sampai ke ujung. Hal ini terjadi karena mata tidak bisa bergerak ke segala arah dengan leluasa. Sedangkan bila julingnya bukan bawaan sejak lahir (acquired) akan muncul sendiri setelah anak berusia 6 bulan.

Sebaiknya Anda membawa si kecil ke dokter apabila ia memandang suatu benda, tapi kedua matanya itu melihat dengan arah yang berlawanan. Dokter akan melakukan terapi setelah mengetahui pasti penyebab kasus mata juling, jadi terapinya bisa bermacam-macam.

Misalnya, bila julingnya disebabkan gangguan refraksi (memakai kaca mata minus tinggi), maka posisi abnormal pada bola mata terkadang dapat kembali menjadi normal dengan mengoreksi kelainan refraksinya. Bentuk kaca mata bisa berlensa spheris, silinder atau prisma tergantung keperluannya. Bila peril doketr akan melakukan pembedahan.