Tuesday, February 5, 2013

Untuk Jantung Koroner, Lebih Bagus Pasang Ring atau Balon?

Siang dokter. Saya ingin bertanya berkaitan dengan penyakit jantung koroner. Ayah saya yang berusia 72 tahun baru saja menjalani operasi pemasangan kateter (balon). Pada saat dokter melihat hasil rontgen, ayah saya diinformasikan mengalami penyumbatan darah ke jantung hingga 100%.

Menurut informasi dokter, ini diakibatkan lambatnya penanggulangan sejak serangan awal berlangsung. Lambatnya penanggulangan dikarenakan orang tua saya selalu menyangkal kalau ia memiliki historis keluarga penderita jantung.

Yang ingin saya tanyakan :
1. Sebenarnya dokter menganjurkan agar kateter (balon) dipasang sebanyak 2 buah. Dikarenakan kondisi umur dan tidak tahannya orangtua saya menjalani operasi. Akhirnya kateter (balon) hanya dipasang 1 buah saja. Apakah pemasangan kateter (balon) harus dipasang 2 buah?
2. Kalaulah harus dipasang sebaiknya jangka waktunya setelah operasi pertama itu berapa lama dokter?
3. Mana lebih baik menggunakan kateter (balon) atau menggunakan cincin (ring)? Atas perhatian dokter dan jawabannya saya ucapkan terimakasih

Alu S (Pria Lajang 24 Tahun) ali_XXX@gruil.com
Tinggi 172 cm dan Berat 50 kg

Jawaban:

Berdasarkan pernyataan Anda, kami perlu lebih jelas memahami kondisi ayah Anda seperti kondisi jantungnya saat ini, pemeriksaan yang telah dilakukan, letak atau daerah penyumbatan arteri koroner pada jantungnya. Karena itu, jika Anda berkenan, kami bersedia menyediakan waktu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kami, gratis dengan membawa hasil pemeriksaan dari dokter sebelumnya.

Mengenai penyakit jantung koroner, umumnya penyakit ini terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Penyakit ini disertai dengan keluhan nyeri dada di sebelah kiri seperti ada tekanan berat yang menimpa dada, disertai dengan gejala sesak dada, sesak napas, jantung berdebar-debar. Nyeri ini juga berlangsung cukup lama dan menjalar dari leher hingga tangan di sebelah kiri. Selain itu, pasien juga merasa lelah saat beraktivitas ringan, pusing, mual, dan tidak dapat tidur dengan nyenyak

Mengenai pengoperasian jantung koroner ada 3 macam, pengoperasian stent (cincin), bypass dan kateter balon. Setiap jenis pengoperasian memiliki kelebihan dan kekurangannya.

Misalnya pengoperasian by pass cocok untuk pasien yang memiliki penyumbatan lebih dari 3 pembuluh darah, namun kekurangannya waktu pemulihannya sangat lama, juga berisiko mengalami komplikasi seperti stroke, biayanya mahal.

Jika penyumbatannya lebih dari 70%, kami menyarankan untuk melakukan operasi stent (cincin). Operasi stent jauh lebih baik digunakan dibandingkan operasi balon. Operasi stent sangat singkat dan relatif murah, pemulihannya singkat tidak berlangsung lama, dan tidak perlu membelah dada, tidak melibatkan pemotongan hingga lebih dari 20 cm karena menggunakan kateter untuk menempatkan stent.

Mengenai operasi balon, tidak efektif untuk pasien yang memiliki diabetes atau yang memiliki lebih dari 2 penyumbatan pembuluh darah dan besar kemungkinan terjadi penyumbatan. Kelebihannya dapat dilakukan berulang-ulang.

Ketiga pengoperasian ini sebenarnya disesuaikan dengan kondisi pasien saat ini, pemeriksaan jantung yang telah dilakukan, dan gejala yang dirasakan oleh pasien tersebut, beserta riwayat penyakit pasien seperti diabetes dan kolesterol.

Selain ketiga hal di atas, ada juga operasi pengobatan minimal invasive atau bedah Thorascoscopic, dengan teknik kesulitan yang sangat tinggi. Bedah thorascoscopic hanya membutuhkan tiga lubang di sekitar dada (1-2 cm), cedera lubang yang sangat kecil, tidak perlu membelah dada, bekas luka yang sangat kecil, proses pemulihan yang sangat singkat, bedah tanpa fiksasi kawat baja.

Profesor Xiao Mingdi

No comments: