Tuesday, January 14, 2014

Solusi untuk Miss V yang Gatal dan Pedih

Sore Dokter, saya sedang mengalami gatal di vagina dan merasa pedih, dan kemarin sudah saya periksa ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Setelah diperiksa, tidak ditemukan gejala apa-apa dan malah saya sudah diberi obat tapi sampai sekarang masih belum ada perubahan. Mungkin Dokter ada solusi lain? Trims.

Helmidawati (Perempuan menikah, 32 tahun)
helmidawatiXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 150 cm, berat badan 40 kg

Jawaban

Salam ibu Helmi,

Keputihan bisa disebabkan oleh berubahnya keseimbangan micro flora yang ada di dalam vagina atau karena ada infeksi dari luar yang masuk. Jika saat diperiksakan tidak ditemukan apa-apa dan pengobatan tidak memberikan hasil maka ada baiknya memeriksakan cairan tersebut ke laboratorium atau ke dokter yang bisa mengambil cairan keputihan dan memeriksa secara mikroskopik. Untuk berhasil diperlukan pengobatan yang tepat sasaran dan juga perbaikan higiene dan kebiasaan.

dr. Eddy Karta, SpKK

2 comments:

Anonymous said...

selamat pagi dok... sudah dua minggu ini saya mengalami gatal2 di miss v (terutama bagian atas/mungkin klitoris) tapi tidak mengeluarkan cairan terutama kalau kebelet pipis,sehabis pipis, dan saat lembab. saya prediksi mungkin sejak saya haid yang tidak teratur karena berhenti KB sejak 6 bulan lalu berpengaruh pada perubahan hormon. sejak dulu memang saya sering menggunakan sabun mandi untuk membersihkannya dan di lap kering. selama itu baik2 saja tidak ada keluhan, dan hanya saat ini saja. saya sudah menggunakan air sirih tapi tetap saja dok hanya sementara. mohon solusinya

Anonymous said...

Cara mengatasi gatal pada Miss V :
1. Jangan garuk!
Pertama sekali ketika rasa gatal menyerang, Anda harus ingat ini: jangan digaruk, gosok, atau memberi tekanan pada daerah gatal itu denan cara apapun. Tindakan-tindakan terebut malah akan menimbulkan iritasi dan makin gatal. Hindari pula kontak seksual, karena bisa jadi gatal tersebut adalah gejala penyakit menular.

2. Basuh dengan benar
Perhatikan pada setiap kali selesai buang air kecil maupun besar, basuhlah organ intim Anda dengan benar, tak perlu berlebihan dan memberi tekanan. Tapi sebelumnya, pastikan lagi tangan Anda sudah bersih, baik sebelum dan sesudah membasuh organ intim. Basuh dengan perlahan dan menyeluruh dari depan ke belakang.

3. Ganti celana dalam
Nah, usahakan Anda mengganti celana dalam tiap kali terasa basah, berkeringat, atau kotor. Karena kuman dan bakteri yang ada di dalamnya jika didiamkan bisa bikin gatal tak karuan. Ganti pula celana dalam Anda setelah beraktivitas di luar ruangan maupun berolahraga. Usahakan, miss V dalam keadaan bersih dan kering selama di celana dalam.

4. Hindari baju ketat
Kenakanlah celana berbahan katun, sehingga keringat Anda dapat terserap dengan baik. Hindari celana ketat karena selain menghimpit otot-otot di sekitar Miss V, ia juga akan membuat Anda tak nyaman akibat kegerahan, belum lagi keringat jadi menempel, dan organ kewanitaan lembab akibat sirkulasi udara yang tidak baik.

5. Waspada di toilet umum
Sebuah penelitian mengungkapkan, air dalam toilet umum, terutama yang berada di bak maupun ember, sebesar 70 persen-nya mengandung jamur Candida albicans yang memungkinkan Anda terserang keputihan serta menimbulkan rasa gatal di vagina. Sementara air yang mengalir dari keran toilet mengandung 10 hingga 20 persen jamur yang sama.

6. Obati dengan salep
Sudah mencoba langkah-langkah di atasm tapi masih gatal? Cobalah memakai salep untuk mengatasi gatal pada Miss V tersebut. Anda bisa memakai salep yang biasa digunakan bayi untuk mengobati ruam popok. Atau, gunakan salep yang memang dikhususkan untuk gatal pada organ intim. Jangan lupa tanyakan dulu pada dokter untuk penggunaannya, ya.

7. Kurangi penggunaan pembersih Miss V
Cairan pembersih organ vital kewanitaan juga bisa Anda gunakan sebagai jalan keluar. Namun, sebaiknya Miss V tak sering Anda basuh dengan cairan pembersih tersebut demi menjaga keseimbangan pH pada vagina. Jika Anda sering memakainya, dikhawatirkan bakteri baik pada vagina juga mati dan mengakibarkan timbul jamur penyebab gatal di vagina.