Monday, January 13, 2014

Anak Rewel Jika Tidak Dibelikan Mainan Setiap Hari, Harus Bagaimana?

Anak saya perempuan berusia 5 tahun. Belum mempunyai adik. Ayahnya bertugas jauh dari kami. Di rumah ada nenek, tante dan kakak sepupu yang berusia 6 tahun. Anak saya selalu ingin perhatiannya lebih. Kalau saya memperhatikan kakak sepupunya, dia selalu bersikap kurang baik terhadap kakaknya. Saat ini dia selalu menanyakan kapan punya adik. Kalau berangkat ke sekolah selalu bikin onar saat sarapan, mandi, dan sisir rambut sehingga kakaknya sering terlambat. Akhirnya saya jelaskan dan kadang marah karena anak saya tidak dengar-dengaran.

Setiap pulang kantor mesti bawa hadiah untuk dia. Kalau tidak ada hadiah pasti dia onar. Aneh juga kalau tiap hari mesti dikasih. Kalau seminggu 2 atau 3 kali tidak apalah asal jangan tiap hari. Tolong sarannya dong? Terimakasih.

Sonya (Perempuan menikah, 36 tahun)
djenXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 165 cm, berat badan 68 kg

Jawaban

Halo Ibu Sonya,

Apa yang dilakukan oleh putri Ibu Sonya kemungkinan besar dikarenakan pola pengasuhan yang dilakukan selama ini. Sayangnya Ibu tidak memberi informasi mengenai cara nenek dan tante yang menemani putri Ibu selama Ibu bekerja. apakah selama ini ia selalu mendapatkan apa yang diinginkan? Atau secara tidak sadar pola pengasuhan yang diterapkan kurang memberi kesempatan kepada anak untuk merasakan penolakan atau penundaan keinginan?

Mengingat usianya yang sudah 5 tahun, putri Ibu perlu dikenalkan dengan aturan (kapan membeli mainan, kapan waktu belajar, termasuk kemandirian dll) dan konsekuensi yang secara konsisten diterapkan. Sehingga ia belajar untuk meregulasi keinginan yang dimiliki. Berikanlah reward (mainan atau kesempatan pergi berdua Ibu) untuk setiap hal positif yang dilakukan. Namun sebaiknya reward yang diberikan tidak bersifat reguler, melainkan sewaktu-waktu. Usahakan peran Ayah juga ditingkatkan dengan membuat quality time dengan anak dan bukan hanya memenuhi apa yang menjadi keinginannya saja melainkan berinteraksi dan bermain dengan anak sehingga kebutuhan anak akan figur ayah dapat terpenuhi.

Mengenai Interaksi dengan kakak sepupunya, alternatif kegiatan yang dapat dilakukan selain bermain adalah misalnya mereka mendapatkan tanggung jawab bersama dan dilakukan bersama-sama (misalnya membereskan mainan bersama, membuat hasil karya bersama seperti gunting tempel mewarnai, dll) dan menerapkan aturan yang sama serta dilengkapi konsekuensi atas apa yang mereka lakukan. Misalnya: ketika salah satu tidak boleh menonton TV karena sedang menjalani konsekuensi (bukan hukuman) maka yang lain juga tidak boleh menonton TV.

Semoga membantu ya.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

No comments: