Wednesday, November 5, 2014

Payudara di Sekitar Areola Terasa Gatal dan Bersisik, Apa Sebabnya?

Dok, di daerah areola sering bersisik dan terasa gatal, apa penyebab dan bagaimana pengobatannya. Di samping itu saya juga kena kutu air, bagaimana pengobatannya? Terimakasih.

Listy (Wanita lajang, 33 tahun)
listi_pandaXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 158 cm, berat badan 75 kg

Jawaban

Salam Listy,

Kemungkinan penyebab tersering dari gatal dan kulit bersisik pada areola dan puting susu adalah eksem, atau dermatitis atopik. Eksem dapat terjadi pada usia berapapun, akibat reaksi kulit yang sensitif pada orang-orang yang memiliki riwayat keluarga dengan alergi (misal asma, rinitis alergi). Pencetus eksem antara lain: kulit kering, terlalu banyak kontak dengan air atau sabun, pewangi dan pewarna pada produk perawatan kulit, bahan pakaian yang tidak nyaman, busa sabun, dan stres.

Tips terpenting dalam merawat kulit atopik adalah dengan menjaga kelembab kulit. Kurangi penggunaan sabun yang bersifat mengeringkan, pilihlah sabun yang lembut dan mengandung banyak pelembab, hindari terlalu lama mandi dengan air hangat. Segera oleskan pelembab atau emolien setelah mandi, ketika tubuh masih lembab. Karena lesi terletak di aerola, maka pilihlah bra berbahan katun, yang tidak terlalu ketat, dan hindari penggunaan pewangi dan pelembut pakaian ketika mencuci. Tips lainnya adalah pilihlah produk perawatan kulit yang tidak berparfum dan berwarna, biasakan menggunakan pakaian berbahan nyaman, longgar, dan menyerap keringat. Untuk pengobatan dengan krim anti radang, yang sebaiknya diberikan oleh dokter.

Untuk yang dimaksud dengan kutu air, sayangnya Anda tidak menjelaskan dengan cukup detil keluhan dan gejalanya. Kutu air adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur, yang gatal, dan bila digaruk terus menerus dapat terinfeksi sekunder oleh kuman lainnya. Faktor risiko infeksi jamur antara lain adalah kelembaban akibat sering berkeringat atau sering kontak dengan air, kegemukan, diabetes, kehamilan, penggunaan antibiotik dan steroid jangka panjang.

Untuk pengobatan bergantung dari kondisi klinisnya, dapat menggunakan krim anti jamur atau obat anti jamur yang diminum. Untuk menghindari kekambuhan, kendalikan faktor-faktor risikonya. Sebaiknya diperiksakan untuk memastikan diagnosis dan pengobatan lebih lanjut.

dr. Nindita Hapsari Susanti, Sp.KK

No comments: