Saturday, April 4, 2015

Mengatasi Sakit Saat Menelan

Kenapa ya tiba-tiba tenggorokan saya itu terasa sakit saat menelan, tanpa ada penyebabnya. Memang sebelumnya saya pernah menderita amandel tetapi sudah lama sekali, saya juga sudah sangat jarang mengonsumsi es. Sakit di tenggorokan saya ini tiba-tiba Dok.

Pada saat saya tidur malam sebelumnya baik-baik saja, namun sakit ini tidak disertai demam, batuk ataupun pilek. Mohon bantuannya ya Dok. Terimakasih.

Dekbibi (Wanita, 22 tahun)
febiutami95XXXXXX@yahoo.com
Tinggi 155 cm, berat 50 kg

Jawaban

Sakit saat menelan di dalam dunia kedokteran disebut sebagai odinofagia (odynophagia) atau phagadynia. Odinofagia merefleksikan adanya proses inflamasi (peradangan) berat yang melibatkan mukosa (selaput) esofagus atau otot esofagus (jarang).

Penyebabnya beragam, seperti: gangguan proses pencernaan, esofagitis yang disebabkan obat/pil, cedera karena radiasi, dan infeksi (Candida, herpes, cytomegalovirus).

Penyebab sakit saat menelan (odinofagia) secara rinci dijelaskan berikut ini.

Pertama, obat-obatan penyebab esofagitis contohnya: antibiotik (terutama doksisiklin), potassium chloride (slow release), quinidine, iron sulfate, zidovudine, NSAIDs.

Kedua, penyebab cedera (trauma), misalnya: robekan mukosa esofagus benigna, trauma faring, trauma esofagus.

Ketiga, gangguan infeksius atau infeksi bisa disebabkan oleh karena: sariawan (stomatitis aphthous), difteri, rabies, perikarditis viral akut benigna,  Streptococcal pharyngitis (beta type A), CMV (citomegalovirus), kandidiasis esofagus (jamur), HFMD (Hand, foot and mouth disease atau penyakit tangan, kaki, dan mulut), Herpes simplex, Monilia pharyngitis (sejenis sariawan).

Keempat, gangguan otoimun, kolagen, dan alergi, seperti: penyakit Crohn esofagus, esofagus skleroderma, skleroderma progresif sistemik.

Kelima, keracunan bahan/zat tertentu, antara lain: agen korosif, bahan yang bersifat asam, bahan yang bersifat basa (alkali) korosif, cantharidin, chromium trioxide hexavalent, detergen kationik, fenol/carbolic acid, formaldehyde (formalin),iodine, lye/sodium hydroxide, pemutih (bleach/clorox), sejenis bunga mangkok (Buttercup; Ranunculus), silver nitrate, tanaman (spesies Arum, Caladium, Dieffenbachia atau Dumb cane, Philodendron).

Keenam, gangguan endokrin, otonom, vegetatif, contohnya: esophageal free reflux/sindrom GERD, nutcracker esophagus/spasm diffuse, spasme esofagus/dismotilitas.

Ketujuh, indikasi gangguan sistem organ, berupa: esofagitis, esofagogastritis korosif, esofagitis peptik kronis, faringitis agranulositik, perikarditis, sindrom Barrett's esophagus, sindrom Plummer-Vinson.

Kedelapan, keganasan, berupa: kanker tenggorokan/kerongkongan, kanker esofagus, kanker kepala dan leher, kanker laring (ekstrinsik atau spindle cell), kanker mulut, metastasis (penyebaran) ke esofagus.

Odinofagia biasa dijumpai pada penderita esofagitis ulseratif berat. Odinofagia terkadang ditemukan pada kasus GERD (gastroesophageal reflux disease) atau karsinoma esofagus (kanker kerongkongan), meskipun relatif jarang.

Berikut ini solusi untuk mengatasi sakit saat menelan (odinofagia):
1. Berkumur dengan cairan antiseptik 2-3 kali/hari, maksimal selama lima hari.
2. Hindari konsumsi makanan yang digoreng dengan minyak curah.
3. Hindari konsumsi makanan/minuman yang beraroma tajam atau pedas.
4. Hindari konsumsi makanan yang berpengawet.
5. Memakan makanan yang lunak.
6. Meminum minuman hangat.
7. Hindari es, minuman beralkohol.
8. Konsumsi jus lidah buaya dan jus buah.
9. Berpuasa, diiringi peningkatan kualitas spiritual dalam arti luas.

Bila solusi di atas sudah dilakukan dalam 1-2 minggu namun belum ada perbaikan, maka dipersilakan memeriksakan diri ke dokter terdekat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

dr. Dito Anurogo,