Sunday, October 11, 2015

Suami Istri Kena Asma, Bagaimana Supaya Anak Tak Tertular?

Dok, saya baru menikah tiga bulan yang lalu. Saya pengidap asma tapi 2 tahun belakangan ini jarang kambuh karena saya rutin berobat. Namun saya dapat istri ternyata penyakitnya asma juga. Itu baru saya ketahui dua minggu ini. Bagaimana anak keturunan kami nantinya Dok, apakah ada solusinya supaya anak kami tidak terserang asma juga?

Jufrinal (Pria, 49 tahun)
j_stbonjoXXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi 171 cm, berat 71 kg

Jawaban

Asma adalah penyakit radang saluran pernapasan yang kronis (menahun). Menurut studi epidemiologi, asma merupakan salah satu penyakit kronis tersering pada anak-anak, menyerang lebih dari 6 juta anak di seluruh dunia. Prevalensi asma pada anak, lebih sering menyerang anak lelaki daripada anak perempuan. Pada dewasa, asma lebih sering menyerang wanita daripada pria. Namun perlu diketahui, asma dapat menyerang usia berapapun, baik pria maupun wanita.

Faktor Risiko
Ada beberapa faktor risiko seseorang dapat terserang asma, antara lain: kecenderungan genetika, jenis kelamin, ras, indeks massa tubuh, terpapar lingkungan (infeksi virus, zat alergen, merokok atau terpapar asap rokok, dsb). Memang benar bahwa bila kedua kedua orangtua menderita asma, maka ada kemungkinan anaknya juga menderita asma, meskipun tidak selalu.

Pencegahan
Berikut ini beberapa tips mencegah asma pada anak:
1. Latihlah anak untuk (bergerak) aktif dan dinamis. Aktivitas fisik dapat memicu paru-paru untuk bekerja secara efektif dan efisien.
2. Hindarkan anak dari asap dan rokok. Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap semua jenis asap dan rokok. Sehingga jauhkan putra-putri tercinta Anda dari asap dan rokok.
3. Jauhkan anak dari pemicu asma. Jadilah orangtua yang bijaksana dan pandai dengan mengenali semua zat yang berpotensi memicu asma. Bisa berupa debu, asap, serbuk sari, dsb.
4. Berilah bayi Anda ASI eksklusif. Beberapa studi menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI lebih kebal dan tidak mudah menderita asma daripada bayi yang tidak pernah atau jarang diberi ASI eksklusif.
5. Studi terbaru menunjukkan adanya peran calcium sensing receptor dalam proses perjalanan penyakit asma. Sehingga dengan menggunakan calcilytics, dengan nebulisasi secara langsung menuju ke paru-paru, sangat memungkinkan untuk mendeaktivasi CaSR dan mencegah munculnya semua gejala-gejala asma.
6. Mengingat bapak dan ibu (kedua orangtua) adalah karier (pembawa sifat/genetika) penyakit asma, maka sangat perlu dilakukan tes alergi yang sesuai pada anak, untuk mengetahui potensi alergen, sehingga memudahkan di dalam menghindari faktor risiko atau pencetus asma. Prosedur tes alergi dapat dikonsultasikan ke dokter terdekat.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

No comments: