Friday, July 20, 2012

Bisakah Penyakit Keturunan Ataxia Dicegah?

Dokter, saya punya garis keturunan penyakit ataxia (gangguan keseimbangan), Ibu dan nenek saya sudah terkena penyakit itu. Apakah ada langkah-langkah pencegahan supaya penyakit itu tidak muncul dalam diri saya? Seperti memperbanyak minum vitamin apa? Terimakasih.

Sari (Perempuan Lajang, 26 Tahun), chicaXXX@ymail.com,
Tinggi Badan 165 Cm, Berat Badan 60 Kg

Jawaban

Mbak Sari, ataxia merupakan penyakit yang mana terjadi gangguan dari pusat keseimbangan tubuh, bisa di otak kecil, sistem propioseptif, ataupun saraf keseimbangan.

Ataxia bukanlah penyakit menular, namun sebagian besar karena turunan walaupun ada juga ataxia yang penyebabnya karena trauma ataupun zat-zat toksik.

Gejala dari ataxia pada intinya merupakan gejala-gejala dimana seseorang tidak dapat mengkoordinasikan bagian-bagian tubuhnya, seperti:
1. Tidak bisa atau kurang kemampuan untuk berjalan akibat otot di tangan dan kaki menjadi lemah
2. Hilangnya koordinasi, sehingga mempersulit berjalan dan mengurangi kemampuan tangan dalam meraih benda-benda meskipun letaknya dekat
3. Berkurangnya tingkat penglihatan dan pendengaran
4. Gagap dalam berbicara
5. Otot punggung menjadi bungkuk
6. Jantung sering berdebar dan pembesaran pada jantung
7. Saat keadaan memburuk, Ataxia bahkan bisa mempengaruhi bicara dan menelan makanan

Ada lebih dari 40 jenis Ataxia yang didapat dari keturunan, namun yang paling banyak menyerang adalah:

1. Friedreich Ataxia, penyakit keturunan ini menyerang sistem syaraf dan dapat mengganggu bicara sampai pada gangguan jantung.

2. Sensory Ataxia, disebabkan karena hilangnya input sensor dalam mengatur gerakan, sehingga menyebabkan kondisi yang kurang terkoordinasi.

3. Spinocerebellar Ataxia, sejenis kelainan genetik yang ditandai dengan pengurangan pada tingkat koordinasi tangan, cara bicara, dan gerakan mata. Biasanya ditemukan kelainan pada otak kecil.

Hingga saat ini belum didapatkan obat-obat yang memberikan harapan yang baik bagi penyembuhan maupun pencegahan ataxia.

Saat ini, penderita ataxia harus dirawat secara bersama-sama oleh spesialis saraf dan rehabilitasi medis untuk mobilisasi lebih lanjut.

Dr. Fritz Sumantri Usman Sr,SpS, FINS

No comments: