Monday, July 2, 2012

Kecewa Sama Diri Karena Selalu Ingin Intim dengan Pacar

Saya seorang pria lajang punya seorang pacar. Saya sudah bekerja, saya tinggal dekat dengan pacar saya, kehidupan kami bebas. Jujur beberapa bulan setelah pacaran, saya merasa nafsu jika berdua sama pacar saya begitu juga pacar saya. Tiap berdua layaknya pasangan lain pasti berciuman, raba-rabaan, pelukan dan sebagainya, kita lakukan atas dasar suka sama suka.

Sempat berpkir untuk ML sama pacar saya, saya tahu sebenarnya pacar saya juga tidak menolak, sebenarnya selalu ada kesempatan untuk melakukan itu tapi saya punya komitmen untuk menjaga (tidak merenggut keperawanannya) dan saya bisa mengontrol pada saat itu juga. Tapi setelah itu kadang saya kecewa, tapi di lain sisi saya benar-benar menginginkannya.

Pertanyaan saya, apa yang harus saya lakukan untuk menghindari itu? Tetapi saya tidak bisa menghilangkan keinginan atau nafsu saya. Saya takut seandainya ML sebelum nikah nanti tidak bahagia sesudah menikah.

Cahyo (Pria Menikah, 22 tahun), adjoXXXX@gmail.com
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 48 kg

Jawaban

Saran saya coba dibahas deh masalah keterangsangan ini dengan pasangan Anda. Anda katakan bahwa Anda sangat bergairah lalu Anda ingin berhubungan seksual dengan pasangan Anda.

Tanyakan bagaimana perasaan pasangan Anda juga terhadap apa yang Anda rasakan. Kalau misalnya Anda punya komitmen dan ada ketakutan-ketakutan kalau ML nanti jadi tidak bahagia sesudah menikah Anda juga bahas dengan pasangan Anda.

Karena bagimana pun juga kalau Anda hanya ingin berhenti atau mempertahankan komitmen sendiri, sementara Anda juga terus melakukan kontak seksual dengan cara membuat tubuh Anda terangsang, ini sama saja ketika seseorang sedang berpuasa cari gara-gara buka kulkas terus lihat makanan. Ini kan membuat Anda sendiri pusing dengan pacar Anda.

Apapun yang Anda putuskan, saya sih tetap menyarankan kalau bisa jangan melakukan hubungan seksual sampai Anda menikah, karena Anda kan tidak tahu Anda akan terus atau tidak dengan pasangan Anda. Dan jangan sampai hanya karena seks-nya ini, Anda jadi ingin menikah dengan pasangan Anda lalu nanti ada merasa bersalah dan sebagainya terlalu ribet sebenarnya nantinya.

Idealnya sih memang tidak melakukan hubungan seks, tetapi karena Anda sudah melakukan banyak sekali kontak seksual yang menggairahkan tolong bicarakan dengan pasangan Anda. Mau dibawa kemana hubungan ini, maukah kita terus melakukan seperti ini saja dan kita siap tidak kalau ML.

Terus kalau kita sudah ML akhirnya kita tidak jadi nikah semuanya itu tolong dibahas. Sehingga untuk menahan atau pun tidak menahan melakukan hubungan seks sebelum menikah merupakan keputusan Anda berdua bukan Anda sendiri. Good luck ya!

Zoya Amirin, M.Psi

No comments: