Saturday, March 8, 2014

Pengasuh Bersuara Sengau, Adakah Pengaruh pada Kemampuan Bicara Anak?

Anak saya saat ini berusia 21 bulan. Karena saya bekerja, maka selama kerja anak saya titipkan pada pengasuhnya dengan pengawasan pihak keluarga yang ada di rumah. Namun, pengasuh anak saya yang sekarang memiliki kekurangan, yaitu berbicara seperti orang sumbing (sengau dan tidak jelas). Pengasuh tersebut baru 1 bulan bekerja pada saya.

Yang ingin saya tanyakan, apakah kekurangan pengasuh tersebut bisa berakibat buruk pada perkembangan anak saya? Mengingat usia anak saya saat ini adalah masa-masa belajar berbicara, saya takut anak saya jadi terbawa cara berbicara pengasuhnya tersebut. Apakah mungkin hal tersebut terjadi?

Dan sikap anak saya terhadap pengasuhnya itu juga kurang bersahabat. Anak saya sering menolak jika digendong oleh pengasuhnya (lebih memilih digendong pihak keluarga). Kadang anak saya malah seperti marah pada pengasuhnya, kadang suka mencubit, mencakar, atau menggigit pengasuhnya. Padahal dengan pengasuh yang lama tidak pernah seperti itu.

Apakah perubahan sikap anak saya itu ada hubungannya dengan kekurangan pengasuhnya tersebut? Atau mungkinkan anak saya menjadi pemarah karena dampak dari dirawat di RS bulan lalu? Anak saya dirawat karena sakit ISPA, dan selama di RS tangannya diinfus dan beberapa kali diberi inhalasi bahkan oksigen karena napasnya sesak. Dan dia selalu menangis tiap diinhalasi. Apakah karena itu dia menjadi pemarah?

Saya sebenarnya ingin memecat pengasuh anak saya tersebut, tapi saya tidak tega karena dia punya kekurangan tadi. Rasanya kurang bijaksana kalau saya memecat orang karena dia punya kekurangan. Apalagi pengasuh tersebut kerjanya cukup bagus dan sayang pada anak saya. Tapi saya takut kekuranganya itu berdampak buruk pada perkembangan anak saya.

Mohon penjelasannya. Karena saya benar-benar bingung. Satu lagi, anak saya tidurnya suka lasak, dalam semalam bisa beberpa kali ganti posisi. Apakah itu normal? Terimakasih sebelumnya.

Uci (Perempuan menikah, 34 tahun)
aulika.XXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 156 cm, berat badan 45 kg

Jawaban

Halo Ibu Uci yang sedang bingung,

Melakukan pengasuhan memang memerlukan pengetahuan agar pengasuhan yang diberikan tepat dan efektif untuk anak. Pengasuhan di dalamnya ada berbagai macam stimulasi yang dapat diberikan kepada anak, salah satunya adalah stimulasi bicara. Usia anak Ibu saat ini memang memiliki isu utama kemampuan bicara, sehingga stimulasi yang diberikan difokuskan pada melatih kemampuan bicara dan berkomunikasi.

Jika memang belum lancar, coba dipantau berapa banyak kosakata yang bisa dikuasai anak (paham makna dan tepat penempatannya, minimal 200 kata) dan kalimat yang diucapkan minimal sudah terdiri dari 3-4 kata. Jika dalam pengucapan (artikulasi) belum jelas, hal tersebut bisa terus distimulasi setiap hari sampai lebih kurang 3 bulan ke depan. Apabila tidak ada perubahan maka bawalah anak anda untuk berkonsultasi ke dokter tumbuh kembang untuk melihat kondisi otot-otot disekitar oral motornya.

Mengenai masalah perilaku anak Ibu saat ini yang cenderung sering marah dan menggunakan fisik untuk menyatakan perasaannya, sebaiknya memang diperhatikan secara serius dan respons yang diberikan ketika situasi tersebut terjadi perlu dijaga. Ketika anak sedang tantrum (marah, mencakar atau mencubit) orang tua sebaiknya menenangkan dengan memeluk dan mengusap punggungnya hingga ia tenang tetapi bukan memarahi dengan suara keras karena hal tersebut akan menyebabkan anak semakin marah dan kesal.

Mengenai posis tidurnya yang lasak, sebenarnya hal tersebut terkait dengan mimpi yang sedang ia alami dan kebiasaan tidur. Selama bukan sleep walking dan membahayakan anak maka hal tersebut masih dikatakan wajar.

Selamat mencoba.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

No comments: