Sunday, November 16, 2014

Ibu Hamil Doyan Makan Makanan Asam, Pedas, dan Junk Food, Berbahayakah?

Halo Mbak, apa sih dampaknya kalau ibu hamil itu suka sekali makan yang asam, pedas, dan junk food? Karena istri saya lagi hamil 3 bulan dan
suka makan yang seperti itu. Berbahaya nggak ya untuk janinnya? Gimana untuk mengimbanginya apakah harus makan lebih banyak sayur dan buah? Kira-kira sampai usia kandungan berapa ya keinginan makan seperti itu bisa ditoleransi?

Fikriansyah (Laki-laki menikah, 37 tahun)
FikriansyahXXXX.yahoo.com,
Tinggi badan 165 cm, berat badan 60 kg

Jawaban

Halo Frikriansyah,

Selamat ya atas kehamilan istrinya.

Banyak mitos beredar untuk wanita hamil, bahwa bumil tidak boleh makan yang pedas, tidak boleh makan ini itu. Sebenarnya di Negara Barat tidak ada larangan seperti itu. Penjelasan ilmiahnya sederhana saja, makanan pedas dan asam meningkatkan kemungkinan naiknya asam lambung dan pembuatan mucus (dahak) jadi biasanya dibuat mitos agar bumil tidak 'sakit'. Tapi tidak semua orang bereaksi sama jika mengonsumsi makanan pedas dan asam.

Saat hamil di trimester pertama (di 3 bulan pertama), hormone-hormon kehamilan naik drastic dan nafsu makan bisa terganggu. Makanan pedas dan asam (dan mungkin hangat, cepat saji) bisa menjadi lebih menarik untuk bumil karena membuat nafsu makan timbul dan sebelum nafsu tersebut hilang/digantikan mual sudah bisa dikonsumsi. Menurut saya lebih baik istri Anda makan sesuatu daripada tidak makan sama sekali dan muntah-muntah.

Saya mendapat feeling bahwa sebenarnya Anda itu khawatir si bayi tidak mendapat nutrisi cukup. Untuk mengakalinya jangan lupa bahwa istri harus minum supplemen folate dan iodine (biasanya diberikan oleh dokter), jika tidak bisa beli di apotik sekalian multivitamin untuk ibu hamil (harus mengandung minimal folat & iodine, jika bisa ada tambahan zat besi dan omega 3).

Masuk trimester dua dan tiga jika mualnya sudah teredam, mulai asupan buah dan sayur. Juga perbanyak seafood yang secara alami mengandung omega 3 (DHA), sangat baik untuk perkembangan otak janin.

Leona Victoria Djajadi MND

No comments: