Saturday, February 7, 2015

Terdapat Varises di Rahim, Bisakah Disembuhkan?

Salam kenal Dok, saya ibu dari 2 orang putra, yang pertama berusia 4 tahun dan yang kedua berusia 1 tahun. Saya pernah mengalami keguguran 1 kali dan juga pernah terkena virus mola yang menyebabkan hamil anggur dan pendarahan hebat. Saat ini saya ingin KB tapi oleh dokter kandungan saya dilarang, baik KB spiral maupun hormonal, karena setelah di-USG dalam rahim saya terdapat pembuluh darah yang besar-besar (varises).

Kata dokter saya kalau saya KB takutnya pembuluh darahnya akan semakin membesar dan bisa terjadi pendarahan. Bisakah disembuhkan Dok penyakit saya ini? Apakah ini efek pernah terkena mola atau ini faktor keturunan? Saya sering merasa nyeri di perut begitu juga saat berhubungan dengan suami. Apa yang harus saya lakukan untuk menghilangkan rasa nyeri ini? Terimakasih Dok.

Vera (Wanita menikah, 25 tahun)
diba_arfiXXXXX@yahoo.com
Tinggi 160 cm, berat 55 kg

Jawaban

Halo Ibu Vera, salam kenal juga.

Pembuluh darah besar-besar di samping kanan kiri rahim biasa didiagnosa dengan Pelvic Congestion Syndrome (PCS). Hal ini kadang terjadi setelah kehamilan walaupun hingga sekarang tidak ada data yang cukup untuk mengetahui berapa angka kejadian PCS ini. Salah satu penyebab nyeri yang Anda alami adalah hal ini. Penyebab pastinya belum sepenuhnya diketahui dan dikatakan multifaktorial, tetapi memang salah satu penyebabnya dalam kasus Anda adalah kehamilan anggur (mola hidatidosa) sebelumnya yang mengakibatkan tingginya kadar hormonal tertentu.

Sayangnya saya tidak memeriksa sendiri dan data yang saya terima tidak cukup untuk saya buat kesimpulan, tetapi pemberian pil KB hormonal dapat dicoba untuk mengurangi keluhan dan juga untuk kontrasepsi, walaupun ada risiko pembuluh darah dapat makin besar, tetapi hal ini dapat juga mengurangi bendungan dan akhirnya mengurangi nyeri. Selain hormonal dapat juga memakai kontrasepsi IUD (dikenal dengan spiral), selama organ di dalam rahim normal boleh dipakai IUD.

Obat-obatan anti nyeri dan hormonal hanya mengurangi keluhan memang, untuk terapi pastinya harus dilakukan embolisasi dan sejujurnya saya masih kurang tahu apakah sudah ada yang melakukan embolisasi pada kasus PCS di Indonesia.

Semoga bermanfaat.

dr. Hari Nugroho, SpOG

No comments: