Tuesday, June 23, 2015

Ketombe Merambat ke Wajah dan Meninggalkan Bercak Putih, Apa Sebabnya?

Dok, suami saya sekarang umurnya 37 tahun, punya penyakit kulit yang berawal dari ketombe di kulit kepala dengan lempengan ketombenya besar-besar seperti jaringan luka yang sudah kering.

Sekarang sudah merambat sampai wajah, bentuknya seperti panu meninggalkan bercak-bercak putih, sudah berulang kali ke dokter kulit tapi tidak sembuh-sembuh juga Dok. Kira-kira apa penyebabnya dan salep atau obat apa yang cocok? Terimakasih.

Steffany Jesicca (Wanita menikah, 33 tahun)
jesicca_maxXXXXXX@yahoo.com
Tinggi badan 154 cm, berat badan 58 kg

Jawaban

Salam Steffany,

Dari cerita Anda, kemungkinan suami Anda menderita psoriasis kulit kepala. Psoriasis merupakan kelainan kulit yang dapat berlangsung dalam jangka waktu lama dan mudah kambuh, dengan ciri bercak merah yang ditutupi sisik putih atau keperakan yang kering, kasar, dan tebal. Psoriasis bersifat familial, namun tidak menular. Seseorang dengan psoriasis memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk memiliki keturunan yang juga menderita psoriasis.

Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti, diduga diakibatkan abnormalitas fungsi sel darah putih (sel T), yang mencetuskan terjadinya peradangan dan respons imun. Pergantian kulit normal yang pada umumnya terjadi setiap 28 hari, terjadi lebih cepat menjadi 3-4 hari sekali, sehingga timbullah gejala seperti yang disebutkan di atas.

Psoriasis kulit kepala dan ketombe terkadang sulit dibedakan. Keduanya menimbulkan rasa gatal dan bersisik di kulit kepala. Namun pada psoriasis, sisik tersebut lebih tebal, berlapis, dan kering. Psoriasis kulit kepala sering melibatkan perbatasan rambut dengan dahi, dan meluas ke kulit wajah. Selain itu penderita psoriasis kulit kepala dapat memiliki lesi di area lain pada tubuhnya, seperti siku, lutut, punggung bagian bawah, genitalia, telapak tangan dan kaki, serta kuku (kuku berlubang-lubang sangat kecil, yang disebut dengan pitting nail).

Faktor pencetus yang dapat menyebabkan kekambuhan dan memperparah psoriasis adalah stres, alkohol, infeksi, kegemukan, serta beberapa obat-obatan (contohnya anti malaria, beta bloker, dan digoksin). Sedapat mungkin hindari faktor pencetus untuk mencegah kekambuhan. Tips yang sangat penting juga adalah hindari menggaruk kulit, karena dapat menimbulkan lesi baru pada 1/3 orang dengan psoriasis.

Pengobatan psoriasis disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, usia pasien, dan keadaan kesehatan pasien. Dokter spesialis kulit dan kelamin anda dapat meresepkan krim yang mengandung steroid, analog vitamin D, tar, asam salisilat, dan krim pelembab untuk mengobati dan memelihara psoriasis pada kulit. Untuk psoriasis kulit kepala, dokter biasanya meresepkan cairan yang mengandung steroid, tar, atau asam salisilat. Cukup banyak jenis sampo yang mengandung tar dan asam salisilat yang dapat membantu meredakan gejala psoriasis pada kulit kepala. Pada penyakit psoriasis yang melibatkan area tubuh yang lebih luas, terapi dikombinasi dengan penyinaran menggunakan sinar ultra violet, atau obat oral.

Dalam mengobati psorisasis, dibutuhkan kesabaran dan ketekunan dari dokter dan pasien, karena tidak jarang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk diobati. Lesi yang tampak dari luar juga kerap membuat pasien merasa tidak nyaman, dan terganggu kualitas hidupnya. Penting sekali menghindari berbagai hal yang dapat mencetuskan dan memperparah psoriasis. Semoga penjelasan di atas ini dapat membantu ya.

dr. Nindita Hapsari Susanti, Sp.KK

No comments: