Wednesday, May 9, 2012

Suami Menyuruh Istri Bercinta dengan Pria Lain

Saya seorang istri yang sudah menikah selama 5 tahun. Saya ada masalah dengan suami, suami saya suka melihat saya bila berhubungan intim dengan laki-lain. Ini terjadi 2 tahun terakhir.

Bila dia melihat saya berhubungan dengan laki-laki lain dia semakin terangsang dan sangat bernafsu dengan saya, bila saya menolak maka dia jadi tidak bersemangat. Saya sudah melakukannya beberapa kali dengan laki-laki lain, awalnya tersiksa tapi saya berusaha menikmatinya, mohon masukannya.

Widhy (Wanita Menikah, 33 tahun), widhyXXXX@yahoo.co.id
Tinggi Badan 165 cm dan Berat Badan 59 kg

Jawaban

Ibu Widhy, saya cukup bersedih dengan situasi Anda karena saya yakin pasti berat sekali menjadi Anda. Di satu sisi Anda mencintai suami Anda, Anda ingin membahagiakan dia tetapi Anda harus mengorbankan perasaan Anda.

Coba tanyakan pada diri Anda lagi apakah benar cinta ini layak dipertahankan dan diteruskan. Saya sangat-sangat menyarankan meminta bantuan marriage consular karena sudah jelas suami Anda butuh bantuan psikologis karena bagaimana pun juga kondisinya tidak normal karena Anda sudah terpaksa melakukannya.

Jadi carilah bantuan bersama dengan pasangan, jika pasangan Anda menolak kembali pertanyaannya ada pada diri Anda, yakinkah Anda mau meneruskan pernikahan dimana akan selalu diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak nyaman Anda lakukan, tidak membahagiakan dan tidak juga memperbaiki hubungan pernikahan, tidak semakin membuat hubungan itu menjadi lebih baik.

Bayangkan jika Anda sudah memiliki anak bagaimana Anda membicarakan atau bahkan bagaimana Anda bersikap dan membangun kemesraan dengan suami Anda sementara suami Anda selalu perlu ada pihak lain atau orang lain untuk meningkatkan gairah seksualnya di tempat tidur.

Tolong pertimbangkan masak-masak, jika Anda masih sanggup meneruskan pernikahan ini, carilah bantuan marriage consular karena saya yakin ini tidak bisa diteruskan seperti ini karena Anda sudah tidak nyaman dan ini bisa dikategorikan hubungan pernikahan yang tidak sehat.

Zoya Amirin, M.Psi

No comments: