Thursday, June 21, 2012

Apakah Sakit di Pojok Kepala Belakang Itu Migrain?

Saya mau tanya kalau sakit kepala di bagian belakang pojok yang kiri atau yang kanan, apakah itu termasuk migrain? Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

Firdianda (Perempuan Lajang, 24 Tahun), or3nc_XXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 58 Kg

Jawaban

Terimakasih atas kepercayaannya kepada kami.
To the point saja ya.

Pada intinya, tanda/gejala migren (migraine) antara lain:
1. Nyeri kepala berulang,
2. Serangan berlangsung selama 4-72 jam.
3. Lokasinya unilateral (hanya satu sisi)
4. Ada atau disertai sensasi atau nyeri berdenyut (pulsating),
5. Intensitasnya sedang atau berat,
6. Diperberat oleh aktivitas fisik rutin
7. Dapat disertai sensitif terhadap cahaya atau silau
8. Dapat disertai sensitif terhadap bunyi atau mudah tergangggu atau terusik oleh suara
9. Terkadang juga disertai problem gastrointestinal (di saluran pencernaan, usus), misalnya: mencret (diare), reflux (sensasi makanan mau membalik ke kerongkongan, seperti mau muntah), constipation (sembelit), dan mual (nausea).
10. Dapat disertai gangguan penglihatan. Hal ini terkait dengan apa yang disebut sebagai migraine aura. Gejala-gejala yang berkaitan dengan penglihatan bisanya berlangsung singkat. Migraine aura ini akan mempengaruhi kedua sisi mata, dan Anda akan melihat kilatan cahaya yang berpola zigzag, ada bintik buta (blind spots), atau melihat bintang yang berkilau (shimmering stars).

Ada pula yang disebut sebagai ocular migraine atau retinal migraine. Pada kondisi retinal migraine,-- tidak seperti migraine aura yang mempengaruhi penglihatan--, hanya akan memperngaruhi satu sisi mata, bukan keduanya. Namun yang pasti, kehilangan penglihatan pada satu sisi mata tidak berhubungan dengan migraine.

Kembali ke pertanyaan Anda, ada petunjuk kunci: sakit kepala di bagian belakang pojok yang kiri atau yang kanan, hal ini telah memenuhi kriteria nomor tiga di atas, yaitu: lokasinya satu sisi. Ada kemungkinan besar mengarah ke migraine, bila kriteria lainnya terpenuhi.

Untuk lebih memastikan, silakan ke dokter keluarga atau spesialis saraf terdekat di kota Anda. Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

dr. Dito Anurogo

No comments: