Friday, July 27, 2012

Pembuluh Darah Leher Tersumbat 50 Persen, Apakah Bisa Sembuh?

Dok, bapak saya berumur 78 tahun, telah lama menderita pusing berkepanjangan, belakangan diketahui dari hasil MRI ternyata terdapat penyumbatan di pembuluh darah di leher, 3 pembuluh darah tersebut tersumbat hampir 50%.

Apakah ada tindakan medis yang dapat dilakukan untuk penyembuhannya? Apa yang dapat dilakukan dengan penyakit tersebut? Di mana dokter dan rumah sakit yang bisa menangani? Selain di Jakarta apakah dokter dan rumah sakit tersebut juga ada di Pekanbaru di mana orangtua saya berdomisili. Terimakasih banyak atas infonya.

Nila P (Perempuan Menikah, 46 Tahun), nilaXXXX@hotmail.com
Tinggi Badan 160 Cm dan Berat Badan 70 Kg

Jawaban

Mbak Nila, menilik dari kondisi yang diderita ayah Anda, saya bisa memberikan saran bahwa MRI tidak dapat menilai adanya penyumbatan atau tidak, MRI hanya dapat mengatakan ada tidaknya daerah otak yang kekurangan oksigen, yang mana KEMUNGKINAN nya dapat disebabkan oleh penyempitan maupun penyumbatan.

Sehingga sebenarnya hingga saat ini kita belum tahu berapa persen derajat penyempitannya, karena untuk menilai derajat penyempitan pembuluh darah sebaiknya ayah Anda melakukan pemeriksaan cerebral DSA ( semacam prosedur catheterisasi pada jantung namun penyemprotan kontras dilakukan saat catheter berada pada pembulih darah leher ).

Dengan pemeriksaan cerebral DSA maka akan diketahui :
1. Pembuluh darah mana saja yang menyempit
2. Derajat penyempitan secara akurat
3. Adakah kompensasi aliran darah ke daerah yang menyempit dari daerah lainnya
4. Rencana terapi selanjutnya, baik itu pemberian obat ataupun pemasangan cincin

Walaupun terdengar seram, namun ditangan ahlinya (neurologi intervensi) maka pemeriksaan cerebral DSA memiliki tingkat risiko tindakan yang amat amat sangat rendah, sehingga tidak perlu cemas, bahkan tidak perlu rawat inap.

Untuk daerah Pekanbaru, silahkan Anda datang ke bagian neurologi dan atau bagian catheterisasi rumah sakit kelas AB di kota Anda. Karena setahu kami, disana sudah sering melakukan tindakan catheterisasi pembuluh darah otak seperti ini. Terima kasih.

Dr. Fritz Sumantri Usman Sr,SpS, FINS

No comments: