Thursday, November 14, 2013

Efek Bila Si Kecil Banyak Begadang

Anak saya seorang laki-laki sekarang sudah 2 tahun. Selama 6 bulan terakhir ini susah sekali untuk tidur di malam hari, keinginan untuk bermainnya amatlah besar, sebaliknya jika kantuknya sudat teramat sangat dia baru akan tidur dan bisa terbangun hingga pukul 12.00 siang. Padahal dari bayi sampai dengan dia berusia 18 bulan tidurnya teratur.

Secara fisik tidak ada gangguan terhadap anak saya, baik makan dan kesehatannya, hanya saja sekarang ia sangat rewel terlebih di umurnya sekarang dia belum bisa berbicara. Tetapi tetangga saya banyak yang mengatakan hal itu wajar karena anak saya pada usia 10 bulan sudah pandai berjalan dan giginya sudah lengkap pada usia 12 bulan. Benarkah itu?

Batas umur berapakah kewajaran anak harus sudah bisa bicara? Kemudian yang ingin saya tanyakan apa efek sampingnya jika anak terlalu banyak begadang? Adakah saran agar anak saya gampang tidur di malam hari? Terimakasih.

Ecy (Perempuan menikah, 28 tahun)
acyXXXXX@ymail.com
Tinggi badan 160 cm, berat badan 53 kg

Jawaban

Dear Ibu Ecy,

Saya coba membantu menjawab pertanyaan Ibu ya, agar kekhawatirannya berkurang. Pada umumnya anak berusia 2 tahun memang masih berada dalam masa aktif karena pada usia tersebut anak memiliki kebutuhan untuk mengoptimalkan kemampuan motorik. Jadi memang sangat memungkinkan sekali jika anak Ibu akan banyak bergerak dan senang bermain. Namun, jika selama 6 bulan terakhir menjadi sulit tidur dimalam hari, perlu diteliti lebih lanjut mengenai kebiasaan tidur siang dan kegiatan pada siang hari.

Jika anak Ibu tidur siang terlalu lama (lebih dari 1 jam) dan tidak terlalu banyak kegiatan maka ia akan menyimpan energi sehingga pada malam hari ia menjadi sulit tidur. Lalu bagaimana kebiasaan tidur orangt ua atau anggota keluarga lain? Karena biasanya anak akan mengamati pola orangt ua juga. Jika kemudian ia tertidur dan bangun sangat siang hal itu karena kebutuhan tidur anak seusia ini memang masih lebih dari 10 jam sehingga jika ia tidur jam 12 malam maka ia akan terbangun siang hari.

Munculnya rewel pada anak kemungkinan besar karena pola tidurnya tidak baik dan saat ini anak Ibu tengah masuk ke dalam masa tantrum. Di mana ia memang akan banyak melakukan penolakan dan memunculkan kerewelan yang cukup sering.

Saat ini kemampuan bicara yang belum muncul perlu dilihat lebih lanjut mengenai stimulasi bicara yang dilakukan oleh pengasuh ataupun orang tua, dan memang perkembangan bicara akan terus berlanjut sampai usia 3 tahun. Namun, Ibu tetap harus melakukan stimulasi dengan banyak mengajak bicara dengan bahasa yang konsisten dan disarankan menggunakan bahasa ibu (bahasa asal).

Supaya anak Ibu bisa lebih mudah tidur di malam hari, saran praktisnya adalah batasi jumlah waktu tidur siangnya lalu perbanyaklah aktifitas fisik di siang hari sehingga ia akan lebih merasa lelah di malam hari. Ketika waktu tidur yang ditentukan datang, misalnya pukul 8 malam, maka buatlah suasana tidur itu muncul misalnya dengan mematikan lampu dan televisi serta masuk ke kamar tidur.

Perhatikan juga konsumsi makanan manisnya, jika terlalu berlebih perlu dikurangi sesuai kebutuhan agar energi anak tidak berlebih, terutama ketika menjelang tidur. Jika keluhan masih tetap muncul segera bawa anak Ibu untuk berkonsultasi lebih lanjut ke psikolog anak.

Selamat mencoba.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

No comments: