Tuesday, February 4, 2014

Anak Aktif Mendadak Pendiam di Depan Umum, Bagaimana Mengatasinya?

Anak saya, laki-laki, berumur 6 tahun dan sekarang duduk di kelas B taman kanak-kanak. Waktu di rumah tingkahnya banyak cenderung nakal dan tingkat kecerdasannya baik. Dia selalu bertanya tentang berbagai hal kepada orang tuanya dan selalu protes manakala ada hal-hal yang menurutnya tidak benar. Namun keberaniannya tersebut mendadak hilang ketika berhadapan dengan gurunya, dia cenderung tidak berani bertanya kepada gurunya, menjawab pertanyaan, dan bahkan sekadar mengatakan ingin pipis saja juga tidak berani.

Saya sudah memantau tentang cara mengajar gurunya tersebut, apakah galak atau nggak. Ternyata guru tersebut menurut saya cara mengajarnya baik, sabar, dan telaten. Yang menjadi pertanyaan, mengapa anak saya tidak punya keberanian di depan umum? Apakah saya yang salah dalam mendidiknya? Sebagai tambahan bahwa kami selalu berusaha melayani anak yang bertanya ini itu agar dia tidak trauma atau takut bertanya kepada siapapun.

Atas perhatian dan tanggapannya kami ucapkan terima kasih.

Akhmad Zainuddin (Laki-laki menikah, 35 tahun)
zain.XXXXX@gmail.com
Tinggi badan 167 cm, berat badan 80 kg

Jawaban

Halo Bapak Akhmad,

Senang sekali rasanya memiliki anak yang kritis dan aktif bertanya serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Kondisi tersebut biasanya harus difasilitasi oleh orangtua dengan memberikan ruang kepada anak untuk mengeksplorasi lebih lanjut hingga ia mendapatkan jawaban yang puas. Ketika ada perbedaan perilaku yang ditampilkan anak Bapak saat berada dirumah dan berada di sekolah sebenarnya belum tentu buruk dan biasanya dilatarbelakangi oleh berbagai faktor antara lain kemampuan menempatkan diri sesuai tuntutan lingkungan dan perasaan cemas untuk berbicara didepan umum atau di lingkungan selain lingkungan rumah.
Contoh konkretnya misalnya anak Bapak tidak banyak bertanya di kelas karena ia cukup mengetahui saat yang tepat untuk bertanya atau ada kesepakatan kelas yang dibuat terkait waktu murid untuk bertanya sehingga anak Bapak berusaha untuk mengikuti kesepakatan tersebut.

Mengenai pertanyaan cara mendidik bapak salah atau tidak, hal ini tidak bisa saya jawab langsung karena Bapak tidak memberikan informasi yang lengkap mengenai bagaimana pengasuhan selama ini. Namun, memfasilitasi anak ketika bertanya dan kita memberikan jawaban atau tanggapan atas setiap pertanyaannya sebenarnya sudah cukup baik. ada baiknya selain menjawab, Bapak bisa berdiskusi dengan anak tentang jawaban atas pertanyaannya, atau mengapa ia bertanya seperti itu sehingga dapat melatih kemampuan anak dalam berpikir juga.

Selamat mencoba.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

No comments: