Sunday, March 9, 2014

Mengatasi Anak yang Sering Marah Jika Tidak Dituruti

Mohon bantuannya Mbak, anak saya perempuan berusia 13 tahun. Saat ini duduk di bangku SMP. Meskipun sudah beranjak remaja, dia seringkali ngambek dan marah besar jika keinginannya tidak dituruti. Hal kecil seperti makanan di rumah tak sesuai dengan keinginannya saja bisa membuatnya marah. Saat marah pun dia bisa membentak saya. Saya takut dia menjadi kelewatan jika apa-apa yang dia mau saya turuti. Tapi saya juga tak ingin dia marah. Saya harus bagaimana ya Mbak?

Yulia (Perempuan menikah, 45 tahun)
panjulXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 163 cm, berat badan 51 kg

Jawaban

Ibu Yulia,

Remaja memang memiliki kondisi hormonal yang cenderung belum stabil sehingga memungkinkan menjadi lebih emosional dari biasanya. Namun, penyebab anak menjadi pemarah juga bisa dari pembiasaan pola pengasuhan sehari-hari.

Coba ajak bicara putri ibu dengan situasi yang kondusif dan tidak memberikan judgement dan menjadi pendengar yang baik bagi putri Ibu. Ketika sudah ada kedekatan secara emosional antara Ibu dan putrinya maka bisa dibahas mengenai kondisinya yang menjadi mudah marah.

Selain itu, konsistensi aturan yang rendah juga bisa membuat anak menjadi tidak bisa menerima apa yang tidak sesuai keinginannya. Ada baiknya Ibu berusaha untuk konsisten dalam penerapan aturan dan bekerjasama dengan Ayah untuk meningkatkan konstensi tersebut.

Jika kondisi tidak berubah setelah dilakukan perubahan selama 3 bulan maka bisa menghubungi psikolog untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Semoga berhasil ya Ibu Yulia.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi

No comments: