Monday, June 2, 2014

Kadar Gula Darah Mencapai 160 mg/dl, Apakah Positif Diabetes?

Dok, saya pernah cek di lab, gula darah saya puasa 101, setelah puasa 162, apakah saya sudah kena diabetes? Trims Dok.

Wasmin Nimsaw (Laki-laki menikah, 48 tahun)
wasminnimsawXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 163 cm, berat badan 74,5 kg

Jawaban

Dear saudara Wasmin Nimsaw, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja menuju ke pokok permasalahan.

Kecurigaan adanya diabetes mellitus (DM) perlu dipikirkan bila ada keluhan klasik DM berupa poliuria (banyak/sering kencing), polidipsia (sering merasa haus), polifagia (sering makan dan merasa lapar), dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.

Diagnosis DM, terutama DM tipe II dapat ditegakkan melalui tiga cara:
1. Jika keluhan klasik ditemukan dan hasil pemeriksaan glukosa darah sewaktu ≥200 mg/dl (11,1 mmol/L). Glukosa darah/plasma sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir
2. Jika gejala klasik tersebut disertai hasil pemeriksaan glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl (7,0 mmol/L). Puasa diartikan penderita tak mendapat kalori tambahan sedikitnya selama delapan jam.
3. Jika kadar glukosa darah 2 jam pada TTGO ≥200 mg/dl.

Kadar gula darah sewaktu 101 belum indikasi DM. Adapun kadar gula darah puasa 162, maka perlu ditanyakan lebih lanjut tentang gejala klasik DM, bila ada semuanya, maka ada kecenderungan ke DM.

Penderita DM direkomendasikan untuk berperilaku sebagai berikut ini:
a) Mengikuti pola makan-minum sehat dan seimbang
b) Meningkatkan kegiatan jasmani atau berolahraga secara rutin dan teratur
c) Menggunakan obat diabetes dan obat obat-obat pada keadaan khusus secara aman dan teratur.
d) Melakukan Pemantauan Glukosa Darah Mandiri (PGDM) dan memanfaatkan data yang ada

Tentang obat hipoglikemik oral (OHO), berdasarkan cara kerjanya, dibagi menjadi tiga golongan:
1. Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue): sulfniturea dan glinid.
2. Penambah sensitivitas terhadap insulin: metformin, tiazolidindion.
3. Penghambat absorbsi glukosa: penghambat glukosidase alfa.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu!

Dokter Dito Anurogo

No comments: