Saturday, September 27, 2014

Jatuh Saat Kecil dan Tulang Kaki Bengkok ke Dalam, Ada Hubungannya?

Salam dr Ega. Adik saya pernah jatuh 5 tahun lalu saat main perosotan, sekarang usianya 14 tahun. Saya perhatikan sekarang kok saat jalan kakinya agak miring ke dalam ya dok, apa itu ada hubungannya dengan jatuh waktu dia usia 9 tahun itu? Lantas penanganannya seperti apa ya? Terimakasih.

Alif (Pria lajang, 22 tahun)
alifmahmudXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 159 cm, berat badan 49 kg

Jawaban

Salam juga Mas Alif,

Untuk mengetahui apakah keadaan adik Anda saat ini berhubungan dengan kondisi jatuhnya dari perosotan 5 tahun yang lalu sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut, maka kami perlu memperoleh beberapa informasi lebih lanjut.

Informasi tersebut adalah: seberapa tinggi perosotan tersebut? Bagaimana posisi saat terjatuh?

Apakah setelah jatuh, adik Anda dapat berjalan dengan normal? Atau didapatkan keterbatasan gerakan? Pada sendi mana terjadi keterbatasan gerakan tsb?

Adakah rasa nyeri yang dirasakan setelah jatuh? Di bagian mana rasa nyeri tersebut timbul?

Apa tindakan/terapi yang sudah dilakukan saat itu? Siapa yang melakukan terapi tersebut dan apa yang terjadi menurutnya?

Sejak kapan Anda menyadari perubahan cara jalan adik dengan kaki agak miring ke dalam ini? Setelah berapa lama keadaan ini terjadi setelah jatuh tersebut?

Selain beberapa informasi tersebut di atas kami juga perlu melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik akan kami lakukan dengan memeriksa: cara berjalan adik Anda, kondisi fisik kaki (bentuk kaki, ukuran otot, kekuatan otot, rasa raba (sensoris) kulit kaki), dan rentang gerak sendi yang terkait.

Pada pemeriksaan awal tersebut, apabila diperlukan, kami akan meminta dilakukan pemeriksaan penunjang berupa foto rontgen.

Melihat ada beberapa hal yang harus dilengkapi di atas, maka kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi ke dokter spesialis orthopaedi & traumatologi di rumah sakit yang terdekat, atau dapat berkonsultasi dengan kami apabila anda berdomisili di Surabaya.

Terimakasih

Benedictus Megaputera, dr.SpOT, MSi

No comments: