Wednesday, June 3, 2009

Benjolan Pada Kepala Anak Balita

Assalamualaikum,

Saya mau menanyakan perihal benjolan di bagian belakang anak saya. Anak saya sekarang berumur 2,5 tahun. Sejak dia masih berumur 1 tahun benjolan tersebut sudah ada, dan pernah dikonsultasikan ke dokter langganan sejak dia baru lahir. Dokter ketika itu mengatakan bahwa itu adalah kelenjar getah bening yang membesar. Beberapa waktu lalu istri saya kembali menanyakan hal tersebut ke dokter yang lain karena kebetulan anak saya sedang berobat karena demam, dan jawaban dokter tersebut sama. Lalu anak saya dikasih antibiotik dengan harapan benjolan tersebut bisa mengecil. Dokter mengatakan selama benjolan tersebut tidak membesar maka insyaAllah tidak apa2. Dan kalaupun nanti benjolan itu masih ada, maka akan diambil sample cairan dari benjolan tersebut untuk diteliti.

Mohon pendapat dokter tentang pembesaran pembuluh getah bening ini, apakah berbahaya, dan langkah apa yang sebaiknya saya lakukan sejak dini.

Terima kasih atas bantuannya

-abi-

Jawaban:

Wa'alaikumussalam wr. wb.

Terima kasih atas pertanyaannya.
Sayang sekali saya tidak dapat melihat sendiri benjolan yang ada di bagian belakang telinga anak Bapak. Memang kemungkinan besar benjolan itu merupakan kelenjar getah bening (kgb) yang membesar, walaupun masih mungkin yang lain(sebaiknya dilihat langsung).

Pembesaran kelenjar getah bening dapat disebabkan oleh banyak hal dan yang paling sering adalah infeksi baik infeksi yang baru (akut) maupun yang lama (kronis).
Salah satu penyebab pembesaran kelenjar getah bening yang kronis adalah infeksi kuman tuberkulosis, selain pembesaran kgb sering juga didapatkan demam yang hilang timbul dan atau infeksi saluran napas berulang.

Mengingat benjolan tersebut sudah lama dan sudah dicoba diobati, namun belum ada perbaikkan, alangkah baiknya bila Bapak berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis anak dan bila perlu dilakukan sedikit pengambilan jaringan benjolan (biopsi) untuk mengetahui penyebabnya.

Demikian informasi yang dapat saya berikan, semoga dapat bermanfaat.


(dr. Lia Mulyani)

No comments: