Monday, April 2, 2012

Ada Polip di Rahim, Adakah Obat Selain Operasi?

Dok, 3 tahun lalu saya melakukan pemeriksaan di dokter kandungan karena sudah 2 tahun belum memiliki anak. Hasil sperma suami baik, tapi saya memiliki ASA yang tinggi dan telah melakukan PLI 4X. Namun belum ada hasil, di dokter lain ditemukan polyp di dalam rahim dan menyarankan saya untuk laparoskopi mengangkat polyp tersebut namun saya takut dan membiarkannya sampai 3 tahun lewat.

Seminggu kemarin saya periksa di sebuah rumah sakit di Singapura (nama ada pada redaksi) dan dokter melihat polyp tidak hanya di rahim melainkan di liang vagina. Dan kembali saya disarankan untuk operasi. Pertanyaan saya, apakah tidak ada jalan lain selain operasi dengan meminum obat misalnya. Selain laparoskopi ada jalan operasi yang lain? Apakah Polyp menyebabkan saya sulit hamil? Terimakasih atas jawabannya dok.

Dame (Perempuan Menikah, 36 tahun), dameXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 163 cm dan Berat Badan 89 kg

Jawaban

ASA (antisperm antibody) adalah antibodi yang terdapat dalam darah/cairan sperma seorang laki-laki, atau dalam cairan vagina seorang wanita yang bisa merusak atau membunuh sel sperma. PLI (paternal leukocyte immunization) adalah suatu upaya pengobatan dengan menyuntikkan sel darah putih suami ke tubuh istri dengan harapan terbentuk antibodi penghambat (blocking antibody) yang berfungsi untuk melindungi janin dalam rahim; janin pada dasarnya merupakan benda asing bagi tubuh sang ibu karena berasal dari hasil pembuahan sel telur oleh sel sperma. Penggunaan PLI telah dihentikan oleh US Food and Drug Administration karena ternyata tidak efektif dan adanya kekhawatiran terhadap keamanannya.

Pada organ kelamin wanita, polip bisa ditemukan dalam rongga rahim atau pada mulut rahim. Polip pada mulut rahim sering menyebabkan perdarahan saat berhubungan suami istri, sedangkan polip dalam rongga rahim menyebabkan jumlah perdarahan menstruasi yang bertambah. Polip pada mulut rahim bisa segera diangkat oleh seorang dokter kandungan saat melakukan pemeriksaan dalam, sedangkan untuk mengangkat polip dalam rongga rahim perlu dilakukan tindakan kuret.

Sebelum tindakan kuret, ada baiknya dilakukan histeroskopi (teropong rongga rahim) untuk memastikan diagnosa polip tersebut. Laparoskopi (teropong rongga perut) tidak perlu dilakukan pada polip organ kemaluan. Polip tidak bisa dihilangkan dengan pemberian obat. Polip bisa menyebabkan keguguran pada saat hamil muda.

DR. Med. Dr. Calvin Tjong, SpOG

No comments: