Wednesday, May 2, 2012

Nyeri Dada Saat Tertawa, Kanker Paru atau Cuma Infeksi?

Saya punya penyakit paru-paru, sudah dirontgen tetapi hasil normal. Saya konsultasi ke dokter spesialis paru-paru gejala saya yaitu bersin, kalau tertawa kadang sakit dada saya, sering pusing, punggung nyeri, nyeri di dada, sekarang malah nyerinya terasa sampai ke punggung, batuk tapi batuk saya tidak sampai berdarah. Apa ini kanker paru-paru atau hanya infeksi?

Noviani (Wanita Lajang, 16 Tahun), nophiexxx@yahoo.com
Tinggi Badan 156 Cm dan Berat Badan 47 Kg

Jawaban:

Untuk mengetahui apakah terdapat tumor atau infeksi di paru paru, rontgen memang kurang akurat dan kurang jelas hasilnya dibandingkan dengan hasil CT scan. Namun gejala-gejala yang disebutkan menunjukkan indikasi ke infeksi paru-paru juga. Mohon diperiksakan segera untuk mencegah penyakit memburuk.

Prof. Dr. Li Yuan Zhong

5 comments:

Anonymous said...

Dok, anak saya berusia 4,7 tahun di diagnosa BP setelah mengalami perawatan di rumah sakit selama 4 hari lalu kami pulang kenapa anak saya batuk batuk terus apakah karena reaksi obat atau bgmn? terima kasih dok sebelumnya

Shinta said...

Dear Dokter Paru,

Nama saya shinta, umur 23th, berat 44, tinggi 155. Sekitar seminggu yang lalu saya mengalami batuk darah. Saya memiliki asma dan saya juga perokok lumayan berat (sekarang sudah stop dan juga pendarahannya sudah berhenti setelah saya minum tab vit k, tab vit c dan kalnex capsule 500mg).

Saya juga tidak memiliki riwayat kel. TB dan tidak mempunyai gejala-gejala seperti demam, keringat malam hari, berat badan menurun dan cepat lelah, malahan batuk biasa saja tidak dok.

Sebagai tambahan informasi pada saat sebelum batuk darah, tenggorokan saya sakit seperti mau radang tenggorokan,kebetulan saat ini saya ada acara di luar dan masih belum tidur pada jam 5 pagi dikarenakan juga ada masalah yang membuat saya sedih sehingga saya menangis, pada saat saya menangis tiba2 saya batuk darah. (pada saat batuk darah saya merasa tenggorokan/kerongkongan saya perih)

Karena pendarahan yang belum berhenti, saya khawatir, 2 hari kemudian saya lalu ke dokter spesialis paru untuk memeriksa, lalu saya diminta foto thorax PA + Toplordotik, tes lab darah dan dahak selama 3 hari. (pada saat di tekan bagian dada tidak ada yang sakit)

Pada hasil lab: BTA I,II,III menunjukan negative, Hemoglobin 11g/dl (12-16), hematokrit 34% (36-48), Eosinofil 8% (1-4), LED 45mm/jam (0-20), Creatinin darah 0.5mg/dl (0.7-1.3). Keadaan hasil lab yang lainnya normal.

Pada hasil fotothorax: tampak fibro-infiltrat di lapang atas dan tengah paru kanan. Pada proyeksi top lordotik: tampak fibro-infiltrat di lapang atas paru.

Berdasar data-data diatas, apakah saya TB dok? atau pendarahan di batuk saya disebabkan oleh laring yang terluka, atau mungkin sebab yang lainnya?

Hari ini saya kebali membawa hasil fotothorax, lab, dll dan dianjurkan oleh dokter untuk mulai membeli obat TB selama 6-9 bulan (per bulan harganya sekitar 900rb-1jt), memakai masker, tidak tidur satu kamar dengan suami dan anak saya, test lab TB untuk anak saya dan suami saya juga.

Saya bingung, kesal dan masih tidak yakin kalau saya benar2 TB, hasil fibro-infiltrat mungkin saja disebabkan oleh asma saya atau kebiasaan merokok saya. Sedangkan penjelasan dari dokter paru di RS itu tidak logis dan tidak professional sama sekali: "ya kamu berdarah karena TB, lihat saja hasil fotonya.."(saya juga tahu kalau dokter lebih tau dari saya soal penyakit, tapi saya juga ga bego2 amat, saya tahu kalau pendarahan itu tidak selalu TB apalagi BTA saya negative dan tidak memiliki symptoms TB plus ada faktor kebiasaan merokok dan asma, namun dokter tersebut tidak menjelaskan dan hanya mengulang lagi2 soal foto) Mohon sarannya ya dok.

Thanks before dok,
Shinta

chiashiku reno said...

Dok Saya mau tanya... istri Saya ada asma skrng lagi kambuh tp berkepanjangan sudah lbh dr 2 minggu dan batuk terus Antara jam 3-5 subuh dan sesak nafas... terkadang suka susah redanya atau lama rednya padahal sudah pake ventoline tp terkadang tidak berpengaruh... mengeluarkan lendir tapi bening setiap batuk... sudah ke dokter paru2nya bersih... sudah diberi obat dokter tp ga sembuh jg... ad saran Dok? Dan apakah mungkin dilakukan pemasangan pipa disaluran pernfasan sehingga jika terjadi penyempitan dia tidak menyempit?

chiashiku reno said...

Dok Saya mau tanya... istri Saya ada asma skrng lagi kambuh tp berkepanjangan sudah lbh dr 2 minggu dan batuk terus Antara jam 3-5 subuh dan sesak nafas... terkadang suka susah redanya atau lama rednya padahal sudah pake ventoline tp terkadang tidak berpengaruh... mengeluarkan lendir tapi bening setiap batuk... sudah ke dokter paru2nya bersih... sudah diberi obat dokter tp ga sembuh jg... ad saran Dok? Dan apakah mungkin dilakukan pemasangan pipa disaluran pernfasan sehingga jika terjadi penyempitan dia tidak menyempit?

Anonymous said...

Penyakit asma disebut juga dengan penyakit bronkhitis. Disamping disebabkan faktor genetik, bronkhitis juga merupakan penyakit menular. Gejala penyakit bronkhitis atau asma ini antara lain napas sesak dan berbunyi, badan pegal-pegal khusunya bagian dada, kepala terasa berat, susak tiduk serta batuk berkepanjangan. Berikut ini resep ramuan obat tradisional untuk menyembuhkan penyakit bronkhitis atau asma :


Resep Obat Asma (Bronkhitis) 1
Bahan
Daun seledri 3 tangkai
Daun kapuk 3 lembar
Gula aren secukupnya
Garam secukupnya
Air matang ½ gelas
Cara Membuat
Tumbuk semua bahan, tambahkan air lalu aduk hingga rata.
Minum sebelum sarapan pagi secara rutin.


Resep Obat Asma (Bronkhitis) 2
Bahan
Bawang putih
Madu
Air 1 gelas
Cara Membuat
Iris kecil-kecil bawang putih lalu rebus hingga tinggal setengahnya. Tambahkan madu, aduk sampai rata.
Minum 2 x 1 hari. Tiap ramuan obat tradisional asma diminum sekali habis sampai sembuh.
Hindari rokok, udara dingin, cukup istirahat serta mandi dengan air hangat.


Resep Obat Asma (Bronkhitis) 3
Bahan
Jahe diparut 3 g
Lengkuas diparut 3 g
Daun pacu kuda 3 g
Keningar ditumbuk 3 g
Kencur dihaluskan 3 g
Daun iler 3 g
Air 2 gelas
Cara Membuat
Rebus semua bahan hingga tinggal 1 gelas, saring
Minum secara rutin.