Wednesday, June 20, 2012

Stres Karena Dibilang Gendut oleh Suami

Dr Elly yang saya hormati, saya ibu rumah tangga yang bekerja kantoran. Saya merasa punya masalah dengan berat badan saya, entah saya yang menjadikan masalah atau karena tekanan dari suami saya.

BB saya naik 20 kg setelah melahirkan anak pertama, setelah itu suami sering mengeluh dan menyuruh menurunkan BB saya. Hampir setiap hari suami melemparkan kata 'gendut-gendut', sedangkan suami saya sangat kurus sekali dok, tinggi 165 dan BB 47.

Saya sudah mencoba berbagai macam diet, mengatur pola makan, olahraga 2 hari sekali, bahkan saya memuntahkan lagi makanan yang baru saja saya makan. Saya sering berpikir untuk menyiksa diri. Bagaimana saran dokter? Apakah saya normal? Bagaimana solusi yang tepat untuk saya? Terimakasih atas bantuan dokter.

Siti R (Perempuan Menikah, 26 Tahun), obingXXXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 150 Cm dan Berat Badan 65 Kg

Jawaban

Dear Mbak Siti,
Memang sebaiknya Mbak Siti menurunkan BB, bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk kesehatan. Sangat bisa dimengerti mengapa suami ingin mbak Siti menurunkan BB, karena ia sendiri sudah kurus, dan akan merasa semakin kurus kalau berjalan berdampingan dengan mbak.

Kalau ingin menurunkan BB, tentunya harus menurunkan kalori yang dikonsumsi. Mbak Siti harus mengurangi makanan yang berkalori tinggi, lebih memilih makanan yang berkalori rendah. Misalnya lebih baik minum susu low fat daripada susu full cream atau keju. Lebih baik minum air putih daripada soft drink. Perbanyak makan buah dan sayuran.

Dengan demikian, mbak Siti tidak usah memuntahkan makanan yang sudah dimakan. Kalau diledek oleh suami, balaslah dengan humor. Misalnya biar gendut, tapi sehat. Atau saya ini bukan gendut, tapi montok. Atau, lumayan kan, harga daging kan lagi naik. Yang penting tetaplah mbak Siti percaya diri, sambil terus berusaha untuk lebih sehat dan langsing.

Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ

No comments: