Tuesday, July 31, 2012

Apakah Ada Efeknya Jika Rhesus Darah Suami Istri Sama?

Dok, saya dan istri memiliki golongan darah O. Namun kami belum mengetahui Rh kami apa. Pertanyaan saya apabila Rh kami positif dua-duanya atau negatif dua-duanya akan sulit untuk mendapatkan keturunan? Dan apabila mendapat keturunan maka keturunan kami akan mudah terserang penyakit berbahaya? Terimakasih.

Steven (Pria Menikah, 26 Tahun), fan_fanXXXX@yahoo.com
Tinggi Badan 175 cm dan Berat Badan 74 Kg

Jawaban

Penggolongan darah dengan sistem Rhesus berbeda dengan penggolongan darah dengan sistem ABO. Sistem Rhesus memiliki implikasi klinisnya sendiri. Secara prinsip, seseorang bisa memiliki Rhesus positif (Rh+) atau Rhesus negative (Rh-) pada permukaan sel darah merahnya.

Seseorang dengan Rh+ secara alami akan membentuk antibodi anti-Rhesus dalam darahnya. Sementara seseorang dengan Rh- tidak akan membentuk antibodi anti-Rh, kecuali terdapat pemicu yang sesuai.

Selama kehamilan sejumlah kecil darah bayi dapat memasuki sistem sirkulasi darah ibu. Demikian pula pada saat proses persalinan, sistem sirkulasi darah ibu dapat terpapar dengan darah bayi melalui luka-luka persalinan.

Dari penjelasan di atas, situasi yang berpotensi bahaya adalah bila seorang ibu hamil dengan Rh- memiliki janin dengan Rh+. Dalam situasi ini ibu akan membentuk antibodi anti-Rh yang dipicu oleh masuknya Rh+ dari darah bayi ke dalam sirkulasi ibu. Antibodi anti-Rh ini si ibu ini dapat menembus sirkulasi darah bayi dan menghancurkan sel-sel darah bayi.

Situasi ini dapat terjadi dengan gejala-gejala yang ringan yang hanya ditandai dengan anemia ringan pada bayi hingga parah yang dapat menyebabkan kematian bayi. Efek bahaya dari pembentukan antibodi anti-Rh ini dapat terjadi pada kehamilan pertama dimana bayinya Rh+, maupun pada kehamilan kedua (dengan antibodi yang dibentuk dari kehamilan pertama).

Oleh karena itu langkah-langkah pencegahan perlu dilakukan pada ibu hamil yang memiliki Rh-. Pencegahan dapat dilakukan dengan menyuntikkan antibodi anti-Rh kedalam sistem sirkulasi darah ibu selama kehamilan atau segera setelah persalinan.

Ini dilakukan dengan maksud untuk menghancurkan sel-sel darah bayi dengan Rh+ yang beredar dalam sirkulasi ibu sebelum sistem imun ibu dapat mengenalinya dan membentuk antibodi anti-Rh dalam jumlah cukup besar untuk menimbulkan masalah bagi janin.

Status Rhesus seseorang (termasuk janin) ditentukan oleh kombinasi dari status Rhesus orang tuanya, dimana Rh+ dominan terhadap Rh-. Jadi jika ibu hamil memiliki Rh- dan suaminya Rh+, belum tentu bayinya akan memiliki Rh+, sebab masih ada kemungkinan ayah memiliki Rh- yang tidak dominan (tidak muncul) namun diturunkan pada anaknya dan berkombinasi dengan Rh- dari ibu sehingga menjadikan anaknya Rh-.

Jadi, kekhawatirannya justru bukan pada situasi dimana kedua suami istri memiliki status Rhesus yang sama. Jika kedua suami istri Rh-, maka janinnya pasti juga Rh- dan tidak ada kekhawatiran penyakit seperti disebutkan di atas.

Jika kedua suami istri Rh+, maka juga tidak perlu dikhawatirkan sebab apapun status Rhesus janinnnya, sistem imunitas ibu yang telah memiliki Rh+ tidak akan secara berlebihan terpicu untuk membentuk antibodi anti-Rh hanya dikarenakan janinnya memiliki Rh+.

dr. Teguh Haryo Sasongko, PhD

No comments: