Friday, October 10, 2014

Langganan Sariawan Tiap Bulan, Indikasi Apa?

Dokter Dito, saya mau bertanya, mengapa setiap bulan saya mengalami sariawan ya? Apakah itu hanya sariawan biasa, atau ada penyakit lain Dok? Terimakasih atas jawabannya, Dokter Dito.

Anggitaprin (Wanita lajang, 18 tahun)
aprindrianprehaXXXXX@gmail.com
Tinggi badan 159 cm, berat badan 54 kg

Jawaban

Dear Nona Anggita Prin yang dimuliakan dalam kasih Allah, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja kita menuju ke pokok permasalahan, ya.

Sering mengalami sariawan setiap bulan itu bermacam-macam diagnosis (banding)nya. Hal ini dikarenakan beragam faktor, antara lain: penyebab, faktor predisposisi, faktor risiko, epidemiologi, dsb.

Nah, beberapa diagnosis banding sariawan, antara lain:
1. Stomatitis aftosa rekuren
2. Ulserasi aftosa
3. Herpes intraoral rekuren
4. Penyakit Behcet
5. Stomatitis kontak
6. Kanker mukosa oral
7. Artritis reaktif
8. Pemfigoid sikatrik
9. Dermatitis kontak alergika
10. Dermatitis kontak iritan
11. Manifestasi dermatologis penyakit gastrointestinal
12. Manifestasi dermatologis penyakit hematologis
13. Gangguian bulosa terinduksi obat
14. Erythema multiforme
15. Hand-Foot-and-Mouth Disease
16. Herpes simpleks (akibat virus)
17. Histiositosis sel Langerhans
18. Lichen planus (oral)
19. Linear IgA Dermatosis
20. Lupus erythematosus (akut)
21. Lupus erythematosus (induksi-obat)
22. Pemphigus vulgaris
23. Pemphigus (induksi-obat)
24. Pemphigus (IgA)
25. Pemphigus (paraneoplastik)
26. Syphilis (raja singa)
27. Herpangina
28. Varicella zoster (akibat virus)

Oleh karena itu, untuk lebih memastikan, dipersilakan ke dokter keluarga, dokter umum, atau dokter gigi terdekat. Dokter akan melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Setelah itu melakukan diagnosis banding, menegakkan diagnosis, memberikan manajemen dan penanganan yang sesuai, dilanjutkan dengan follow-up.

Pada kasus sariawan berulang, umumnya disebabkan oleh faktor imunogenetik yang memiliki reaktivitas silang dengan Streptococcus sanguis atau heat shock protein. Beragam faktor predisposisi antara lain kekurangan atau defisiensi haematinic (zat besi, folat, atau vitamin B12), stres, alergi makanan, dan infeksi HIV. Dokter biasanya merekomendasikan pemberian kortikosteroid topikal dan/atau modalitas imunomodulator.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Dito Anurogo

No comments: