Pages

Saturday, January 15, 2011

Bagaimana Mengatasi Vitiligo?

Dengan Hormat,
Saya ingin menanyakan tentang penyakit kulit yang saya derita. Sekitar setahun yang lalu mulai timbul bercak2 putih di kulit saya. Saya telah mencoba ke dokter kulit, dan diberi obat salep utk dioleskan ke kulit, cairan untuk dioles ketika berjemur di pagi hari dan juga pil untuk diminum di pagi hari. Namun, pengobatan yang saya jalani ini tidak membawa hasil yg cukup memuaskan karena bercak2 putih ini terus bertambah banyak. Selain itu saya juga telah mencoba akupunktur atas anjuran dokter kulit saya.
Pertanyaan saya, jikalau ini benar2 vitiligo dimanakah sebaiknya saya berobat? Apa yang perlu saya komsumsi (karena dikatakan penyakit ini disebabkan oleh tidak adanya melanosit, apakah ada obat ataupun makanan yang dapat menumbuhkan melanosit? Bagaimana cara mengurangi bercak2 putih ini agar tidak bertambah banyak?

Untuk jawaban dan perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.

Salam hangat,

Jawaban


Melly

Vitiligo ditandai dengan munculnya bercak putih berbatas tegas pada kulit. Bercak-bercak ini biasanya akan bertambah banyak dan/atau bertambah besar. Waktu yang diperlukan untuk perkembangan penyakit ini sangat bervariasi, ada yang cepat, namun ada pula yang sampai bertahun-tahun bercaknya baru bertambah. Bercak ini dapat hilang dengan sendirinya, namun hal ini jarang terjadi.

Sayangnya sampai sekarang belum diketahui dengan pasti faktor apa yang mempengaruhi perkembangan penyakit ini. Banyak dugaan faktor psikis, bahan kimia, seperti fenol (zat yang terdapat dalam cat rambut) merupakan faktor predisposisi timbul/berkembangnya penyakit ini. Tiap penderita sebaiknya memperhatikan pada keadaan apa biasanya bercaknya makin bertambah, karena hal tersebut bervariasi pada masing-masing individu dan hal tersebut sebaiknya dihindari agar bercak yang lain tidak timbul.

Mekanisme timbulnya penyakit ini juga belum diketahui pasti. Salah satu mekanisme yang banyak diyakini adalah gangguan autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh bereaksi melawan organ/jaringan tubuh sendiri dan tubuh membentuk antibodi yang merusak organ atau jaringan tersebut. Dalam hal vitiligo, organ yang dikenali sebagai “benda asing” adalah melanosit, yaitu sel yang berfungsi untuk membentuk melanin (pigmen/zat warna kulit, rambut, mata).

Ada banyak cara pengobatan kelainan ini, saya uraikan beberapa seperti di bawah ini:

a. Pengobatan dengan steroid
Pengobatan ini biasanya efektif untuk vitiligo yang baru timbul dan hanya terdapat sedikit bercak. Cara kerja obat ini belum diketahui dengan pasti, namun beberapa pasien memperlihatkan hasil yang positif. Hasil pengobatan biasanya terlihat setelah 3 bulan, bila tidak pengobatan akan dihentikan karena efektivitasnya kurang dan dapat timbul efek samping yang lebih besar.

b. Psoralen dengan bantuan fototerapi.
Obat ini dapat diberikan dengan dioleskan (topikal) atau diminum sebelum kulit dipaparkan dengan sinar ultra violet A, baik yang bersumber dari sinar buatan maupun menggunakan sinar matahari. Psoralen meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultra violet dan merangsang perpindahan melanosit dari sumber melanosit terutama pada folikel rambut pada kulit yang sehat dan selanjutnya membentuk pigmen baru. Terapi ini yang paling banyak digunakan, termasuk yang Saudara Melly ceritakan. Memang biasanya terapi ini memakan waktu 6 sampai dengan 18 bulan. Sayangnya, angka keberhasilannya kurang dari 50%.

c. Depigmentasi
Pengobatan ini dilakukan untuk memudarkan warna kulit yang tersisa agar sesuai dengan kelainan kulit. Pengobatan ini dilakukan bila kelainan lebih dari 50% kulit tubuh dan pengobatan untuk menimbulkan repigmentasi gagal. Salah satu contoh yang cukup terkenal menggunakan terapi ini adalah Michael Jackson (penyanyi).

Selain cara-cara pengobatan di atas, masih banyak pengobatan lain seperti dengan menggunakan sinar ultra violet yang berbeda, laser, bahkan dengan teknik bedah seperti mencangkokkan kulit yang sehat pada kulit yang mempunyai kelainan, mikropigmentasi, dan lain-lain. Namun dari semua cara pengobatan, belum ada yang memberikan hasil yang memuaskan pada semua penderita, sehingga sampai saat ini belum ada satu pun terapi yang dianggap terapi pilihan untuk vitiligo.

Mengingat pengobatan-pengobatan di atas belum ada yang memberikan hasil yang memuaskan, maka beberapa terapi alternatif pun dilakukan. Meski hasilnya juga belum bisa menjanjikan. Beberapa terapi tersebut dapat dijelaskan secara ilmiah, namun ada pula yang tidak.

Salah satu terapi alternatif adalah akupuntur, seperti yang saudari Melly lakukan. Terapi dari Cina ini dianggap dapat mengatasi masalah ini, dengan melalui jarum-jarum akunpuntur dapat mempengaruhi fungsi tubuh termasuk fungsi kulit dan sistem kekebalan tubuh.

Terapi-terapi alternatif yang lain antara lain:

a. Antioksidan
Munculnya teori radikal bebas yang dapat merusak sel dan mempercepat/memperburuk suatu penyakit, maka antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan beta karotin dipercaya dapat melindungi sel dari kerusakan dan menetralkan radikal bebas tersebut.

b. Vitamin
Berdasarkan hasil penelitian, kadar asam folat, vitamin B12, dan vitamin C ditemukan dalam kadar yang rendah pada penderita vitiligo. Maka, suplementasi asam folat (1-10mg per hari), vitamin C (1 gram per hari), vitamin B 12 (1000 mcg setiap 2 minggu, melalui suntikan) dapat menimbulkan repigmentasi pada sebagian orang. Pada penelitian lain, suplementasi oral asam folat (10mg per hari), dan vitamin B 12 (2000 mcg per hari) dikombinasikan dengan pengobatan paparan sinar matahari, dapat memberikan hasil yang memuaskan setelah 3 sampai 6 bulan pengobatan.
Berdasarkan fakta di atas, dokter sering menambahkan pengobatan ini, di samping pengobatan yang standar.

c. Diet
Penurunan kadar lemak dan gula dalam darah dipercaya dapat membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali benda asing atau sel tubuh sendiri.

Dari uraian saya yang panjang lebar, saya ingin Saudara Melly bertambah sedikit wawasan tentang penyakit ini. Tanpa bermaksud mengecilkan hati, penyakit ini walaupun bisa diobati namun termasuk penyakit yang sulit untuk diobati dan memakan waktu yang tidak sebentar. Reaksi tiap penderita terhadap pengobatan pun berbeda-beda, sehingga penderita harus aktif mencari pengobatan yang sesuai.

Hal yang penting, Saudara Melly harus aktif berdialog dengan dokter kulit yang menangani, kalau perlu mencari pendapat dokter kulit lain sebelum memulai suatu pengobatan. Ilmu tentang penyakit ini terus berkembang, begitu juga dengan cara-cara pengobatannya, dan dokter pun bermacam-macam, ada yang mengikuti perkembangan, namun ada yang tidak. Saya harap Saudara Melly tidak enggan untuk bertanya tentang rencana pengobatan, lama pengobatan, efek samping, kemungkinan keberhasilan, dan lain-lain, sebelum memulai suatu pengobatan.

Semoga Saudara Melly tetap tabah dengan penyakit yang dihadapi dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terima kasih atas pertanyaannya, semoga bermanfaat.


(Dr. Edi Patmini)

2 comments:

Anonymous said...

Salam kenal dokter..Mengenai Vitiligo ini sebenarnya dari segi estetika saja agaknya masalah..Kalau dibiarkan tdk begitu mengkhawatirkan ,betul tidak?..Trims..

Anonymous said...

jangan menyepelekan vitiligo dg mengatakan "sekedar masalah estetika/kosmetik" , siapapun orangnya pasti ingin tampil menarik. disamping itu penderita vitiligo tidak bisa tahan terhadap sinar matahari. Sinar matahari akan membakar kulit yg penderita hingga melepuh seperti tersiram air panas.....