Monday, December 22, 2014

Benjolan Kecil di Pinggang Bagian Belakang, Berbahayakah?

Saya mau tanya, saya punya uci-uci di pinggang bagian belakang, dulu lebih tepatnya 8 tahun yang lalu saya tanya ke dokter katanya uci-uci itu tidak berbahaya dan diambil boleh tidak diambil pun boleh. Saya takutnya uci-uci itu berubah menjadi menjadi penyakit yang lainnya. Bagaimana itu Dok? Bahaya atau tidak? Haruskah dioperasi?

Ninaeko (Pria menikah, 35 tahun)
angelus.nin08XXXXX@gmail.com
Tinggi badan 150 cm, berat badan 48 kg

Jawaban

Uci-uci di dalam dunia kedokteran disebut sebagai lipoma atau lipomata. Lipoma tampak sebagai nodul subkutan berukuran 2-10 cm. Lipoma seringkali 'lobulated', konsistensinya elastis atau lunak. Jaringan kulit yang menyelimuti lipoma normal dan tidak terkait dengan tumor. Lipoma seringkali dijumpai di leher, punggung, anggota gerak tubuh bagian proksimal.

Lipoma dijumpai pada semua usia, namun terbanyak di usia 40-60 tahun. Lipoma soliter seringkali dijumpai pada wanita. Lipoma multipel (lipomatosis) seringkali dijumpai pada pria. Lipoma kongenital seringkali dijumpai pada anak-anak. Insiden tahunan lipoma diperkirakan 1 dari 1000 orang. Jadi berdasarkan perhitungan ini, maka estimasi penduduk Indonesia (total: 250 juta) yang menderita lipoma sebanyak 250.000 orang.

Dengan pemeriksaan jaringan (histologis), lipoma memiliki beragam varian, misalnya:
1. Adenolipoma kulit
2. Angiolipoma
3. Metaplasi kartilaginosa di suatu lipoma
4. Lipoma kondroid
5. Fibrolipoma
6. Myelolipoma
7. Myolipoma
8. Myxolipoma
9. Ossifying lipoma
10. Sclerotic lipoma

Varian Lipoma lainnya seperti: Lipomatosis multipel familial, sindrom Gardner, sindrom Dercum (Dercum disease atau adiposis dolorosa), sindrom Madelung, Lipoma post-traumatik.

Selain itu, dokter dan kalangan medis juga sebaiknya berhati-hati di dalam menegakkan diagnosis Lipoma, sebab ada berbagai kondisi lain yang amat mirip dengan Lipoma, antara lain:
1. Blue Rubber Bleb Nevus Syndrome
2. Dermatofibroma
3. Tumor Glomus
4. Leiomyoma
5. Kista Dermoid
6. Goiter
7. Hematoma
8. Hibernoma
9. Liposarkoma atau tumor ganas lainnya
10. Tumor Limfatik
11. Neurofibroma
12. Nodul Rematik
13. Kista Sebasea
14. Tumor subkutan
15. Fasciitis nodular
16. Penyakit metastatik
17. Erythema Nodosum
18. Nekrosis lemak subkutan nodular
19. Weber-Christian panniculitis
20. Nodul vaskulitis
21. Sarkoidosis
22. Infeksi, misalnya: onchocerciasis

Tumor yang memiliki karakteristik sebagai tumor ganas jenis Liposarkoma malignan memiliki ciri khas:
1. Diameter lebih dari 5 cm
2. Berlokasi di anggota gerak (tangan/kaki), retroperitoneal, lipat paha, skrotum, atau di dinding perut.
3. Ada di dalam (di bawah atau terfiksasi di fasia superfisial)
4. Memerlihatkan perilaku ganas atau menunjukkan tanda-tanda keganasan; pertumbuhannya cepat, menyusup (invasion) ke jaringan persarafan atau tulang.

CT scan diindikasikan pada kasus Liposarkoma. CT scan bermanfaat untuk membedakan antara Lipoma dan Liposarkoma. Adapun ultrasonography juga bermanfaat untuk diagnosis lipoma. Teknik pembedahan adalah terapi pilihan untuk lipoma. Untuk sebagian kasus Lipoma, mesotherapy juga efektif. Pada kasus Dercum disease, dokter akan merekomendasikan topical EMLA (eutectic mixture of lidocaine and prilocaine dengan rasio berat 1:1), atau lidokain intravena.

Langkah bijaksana saat ini adalah berkonsultasi ke dokter umum. Bila sudah namun masih ragu-ragu, maka silakan berkonsultasi ke dokter ahli bedah atau dokter spesialis kulit kelamin (dematologis).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

dr. Dito Anurogo

No comments: