Tuesday, March 1, 2011

Sakit Kepala dan Gangguan Keseimbangan

assalamualaikum..
1. sejak 10 tahunan yg lalu saya terkadang mengalami pusing2 di kepala
bag belakang, sehingga kepala terasa berat. akan reda jika saya terus tidur.
2. belakangan (6 bln lalu) saya beberapa kali mengalami gangguan keseimbangan, namun tidak sering.
3. sama (6 bln-an lalu) di kepala ini seperti terasa berdenyut, sebagaimana kalau kita ada kelenjar yg membengkak.
4. seminggu terakhir, mata sebelah kanan seperti bergerak2 sendiri dan kurang keseimbangan masih terjadi, serta mual2 yg kadang terjadi.

pertanyaan :

1. saya membaca di internet bhw bbrp yg saya alami sama dg gejala tumor
otak. saya sangat khawatir ttg itu. sebaiknya saya konsultasi ke dokter
apa dan apa yg harus saya keluhkan (biasanya dokter akan menganggap
ringan gejala ini dan menyuruh saya kembali pulang..:()
2. bbrp minggu lagi saya akan berangkat haji.
terus-terang, saya merasa berat meninggalkan anak dan agak kaget krn mendapat
kloter awal, apakah ini membuat saya stress dan menyebabkan hal2 di atas
terjadi pada saya ?
3. sebaiknya apa yg saya lakukan utk mengurangi gejala2 di atas dan apa
yg perlu saya bawa utk berangkat haji ?

wassalam, terima kasih..

-totok-


Jawaban:

Waalaikum salam Saudara Totok,

Secara klinis sakit kepala/pusing dibagi menjadi dua, yaitu sakit kepala primer, bila tidak ditemukan adanya kelainan organik atau struktural yang mendasari timbulnya sakit kepala. Sedangkan sakit kepala sekunder mengindikasikan adanya penyakit yang dapat menyebbkan kelainan organis/struktural. Penyakit yang dapat menyebabkan sakit kepala sekunder ini antara lain tumor otak, iritasi kronik pada selaput otak, pasca trauma, hipertensi intra kranial, dan lain-lain.

Sebagian besar sakit kepala memang termasuk sakit kepala primer dan dapat sembuh sendiri setelah istirahat, tidur misalnya, maka tidak heran bila banyak dokter menganggap sakit kepala ini merupakan sakit kepala ringan. Anggapan dokter akan berbeda bila Saudara mengatakan bahwa sakit kepala Saudara makin lama makin sering dan makin sakit, dengan diikuti keluhan lain. Dokter akan menganggap sakit kepala tersebut merupakan sakit kepala sekunder, sampai dibuktikan lain.

Gejala sakit kepala akibat tumor otak biasanya ditandai dengan sakit kepala yang makin lama makin hebat, disertai muntah tanpa didahului rasa mual, gangguan keseimbangan, dan pandangan kabur. Sakit kepala ini mula-mula hilang timbul, dan sering timbul di saat tidur sehingga penderita terbangun, lama kelamaan sakit kepala akan terjadi terus menerus. Sakit kepala ini akan makin parah bila penderita beraktivitas, batuk atau bersin.

Untuk memastikan penyakit ini perlu pemeriksaan penunjang seperti EEG dan MRI.

Berkaitan dengan masalah yang Saudara hadapi, saya menganjurkan Saudara untuk datang ke dokter neurologi/penyakit saraf. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menyingkirkan adanya penyakit yang mendasari sakit kepala Saudara.
Saudara juga perlu berkonslutasi dengan dokter spesialis THT bila tidak ditemukan adanya penyakit syaraf yang mendasari sakit kepala saudara. Perlu saudara ketahui gangguan keseimbangan dan sakit kepala dapat pula terjadi pada kelainan telinga bagian dalam.

Stress memang dapat merupakan pencetus timbulnya sakit kepala primer. Maka bisa saja stress yang Saudara hadapi menjelang keberangkatan haji menimbulkan gejala yang Saudara hadapi.
Faktor lain yang dapat pula mencetuskan sakit kepala ini antara makanan seperti coklat, keju, micin, dan alkohol sebaiknya dihindari. Selain itu sebaiknya saudara membawa obat untuk mengatasi bila sakit kepala timbul. Mengenai obat yang tepat saudara dapat mendiskusikan dengan dokter penyakit syaraf saudara.
Demikian jawaban saya semoga dapat menjawab permasalahan saudara.

Wassalamualaikum wr.wb.



(dr. Edi Patmini SS)

3 comments:

My Biodata said...

Pagi dok,,,

nama saya elita
umur masih 22 tahun dan saya seorang wanita,,
gini dok dah beberapa hari ne kpla saya terasa skit bgt d bagian belakang seperti mau pecah rasanya terkadang rasa skit tu bisa hlang dan terkadang muncul lagi,kalau skit kpla saya sudah kumat psti bwaannya lemas dan pengen mual sampai bdan juga ikut terasa skit n leher juga skit,,,aq sering bca dari internet soal ne sampai aq lhatnya klu tu gejala tumor otak aq merasa kaget aj klu sudah baca tu aq takut klu tu benar2 trjadi pada driku,,,

tapi aq pngen nanya langsung sama dokter apa benar tu gejala tumor otak,,tolong d jawab yang jjur y dok slnya aq pngen tau dari dok

please bantu aku..

salam

elita

Rheezal said...

Assalamualaikum,

Istri saya mengalamai gegar otak sekitar 30 tahun yg lalu ketika masih di SMA,riwayat pengobatannya saya tidak tahu persis, tapi sudah banyak tindakan medis, termasuk CT SCAN. Sejak menikah dengan saya, masih sering mengalami sakit kepala yg hebat, sering muntah. Beberapa bulan ini frequencynya tambah sering, hampir tiap hari,lebih banyak malam hari selepas maghrib (waktu istirahat) bahkan sewaktu tidur. Gejala yang baru ialah kehilangan jati diri, mendengar dan melihat sesuatu yg tidak nyata, namun saya masih yakin pengaruh dari pasca gegar otak. Saya lumayan bingung kemana seharusnya berobat? Inisiatif, saya membawa istri saya juga berobat ke RSJ untuk mendapatkan pengobatan secara psikis untuk mengatasi halusinasi atau depresi yang mungkin bisa timbul pasca gegar otak, hasilnya memang lumayan berkurang, tapi jenis obat2 anti depresi dsn halusianasi sama sekali tidak menyembuhkan sakit kepala yang hebat dan lama ketika kambuh. Di media internet ini saya juga membaca bahwa obat untuk mengatasi sakit kepala tersebut harus bersifat achetaminophen, tidak dianjurkan semacam aspirin yg menghambat peredaran darah ke otak. Oleh karena itu sekarang rutin minum obat sakit kepala berparacetamol yakni "sumagesic' 650 mg. Tolong dokter, untuk mengatasi sakit kapala tersebut obat apa yg lebih tepat? mengingat untuk berobat total secara medis sangat mahal! Kemudian saya banyak membaca pendapat bahwa pengobatan pasca gegar otak yang terbaik adalah banyak istirhat, apa betul dok ???

terima kasih.

monzegirlz said...

Assalamualaikum,

Saya ayu berumur 27 tahun, dulu saya pada waktu umur 22 tahun pernah jatuh dan kepala belakang terbentur sampai benjol dan muntah saat itu saya tidak memeriksakan ke dkter, dan tahun lalu tepatnya pada bulan desember dua minggu setelah melahirkan saya juga pernah terpeleset dan kepala belakang saya terbentur kembali...akhir2 ini saya sering sekali merasakan sakit kepala belakang yang tidak kunjung reda walaupun sudah diminumin obat pereda sakit kepala...yang saya ingin tanyakan mengapa saya sering sakit kepala seperti itu, apakah efek dari waktu dulu pernah jatuh dan terbentur, mohon info nya dokter apakah yang harus saya lakukan selanjutnya. Terima kasih banyak sebelumnya untuk penjelesannya

Rgrds,
Ayu Aulia Utami